SETIAKY/RADAR JOGJA
ACARA PPAD:Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dalam sarasehan di Bale Raos Jogjakarta.
JOGJA – Negara Kesatuan Republik Indone-sia (NKRI) harus tetap dan selamanya ber-diri. TNI sebagai institusi negara yang men-jaga kedaulatan Negara tak henti-hentinya berupaya dalam menjaga keutuhan NKRI. Salah satunya dari ancaman invisible hand. “Banyak tangan-tangan tidak terlihat ingin menguasai Indonesia, kita harus lawan dengan semangat persatuan,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nur-mantyo dalam sarasehan dengan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) di Bale Raos, Keraton Jogjakarta, kemarin (12/11).
Ditegaskan, invisible hand secara teknis dila-kukan oleh orang dalam, namun di bawah ken-dali pihak luar. Orang-orang itulah yang kemu-dian menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indo-nesia. Apa lagi Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga menjadi incaran bagi bangsa lain. “Indonesia sangat melimpah akan kekayaan alamnya. Kita harus bisa men-jaga semua itu,” tandas KSAD.
Situasi ini yang membuat KSAD mengajak anggota PPAD dan masyarakat umum untuk bersama-sama memerangi invisible hand. Sebab invisible hand terus bergerak dan mencari cara untuk menguasai NKRI.Gubernur DIJ HB X yang hadir dalam sara-sehan ini mengajak PPAD terlibat menyikapi dinamika yang terjadi di masyarakat. “Sekarang kita memang tidak akan bergeril ya lagi, tapi sistem informasi maupun pasar glo bal oleh unit usaha trans nasional, pasti akan mem-pengaruhi internal kita. Saya ber harap PPAD bisa memberi kontribusi menyikapi peruba-han-perubahan tersebut,” katanya. (fid/jko/ong)