SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
GAET PEMBELI: Sebanyak 45 anggota Dekranasda Kota Jogja ikut serta dalam pameran bertajuk Kreasi Jogja Istimewa untuk Indonesia di Malioboro Mall

Targetkan Pendapatan Rp 300 Juta

JOGJA – Dewan Kerajinan Na-sional Daerah (Dekranasda) Kota Jogja menargetkan pema-sukan sebesar Rp 300 juta dari pameran bertajuk Kreasi Jogja Istimewa untuk Indonesia. Pa-meran yang digelar di Atrium Malioboro Mall Jogja ini diadakan mulai 12 hingga 16 November. Setidaknya ada 45 anggota De-kranasda Kota Jogja yang ikut serta dalam ajang ini.
Ketua Dekranasda Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun menyata-kan keberanian memasang target yang lebih tinggi disebabkan se-tiap penyelenggaraan pameran di Malioboro Mall selalu mendu-lang sukses. Sebagai perbandingan, pada 2010 omzet penjualan yang dicapai sebesar Rp 128 juta dan meningkat menjadi Rp 240 juta di tahun 2011.
“Pada tahun 2012 dari target yang dietapkan Rp 250 juta kami mam-pu mencapai Rp 322 juta lebih. Maka dari itu untuk tahun ini, kami berani menargetkan lebih tinggi dari sebelumnya,” kata Ana, sapaannya, ketika membuka pa-meran, kemarin (12/11).
Dia mengatakan dalam upaya peningkatan penjualan produk-produk perajin Jogja, Dekranas-da bersama Pemkot Jogja terus memfasilitasi perajin dalam ber-bagai bentuk. Mulai dari bimbingan, penyediaan sarana penunjang dan pameran. Dengan pameran, Dekranasda Kota Jogja telah memberikan ruang atau wadah bagi kalangan produsen. Ana memaparkan kegiatan yang diberikan kepada perajin UKM di antaranya pelatihan pening-katan kualitas produk, pelatihan manajemen serta pelaksanaan pameran itu sendiri.
Perajin, baik binaan pemerintah maupun swasta, terangnya, dibe-rikan kesempatan untuk mema-merkan produk-produk unggulan. Diharapkan mereka tidak hanya bisa berkomunikasi dengan para buyers ketika pameran, tetapi juga setelah pameran berlangsung.
“Kegiatan pameran ini banyak melibatkan perajin kecil Jogja yang memiliki produk berkualitas serta kontinuitas produksi serta memiliki keinginan kuat untuk maju,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengimbau kepada para pelaku UMKM untuk terus mempersiapkan diri meng-hadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Persiapan ini tentunya harus didukung oleh organisasi seperti Dekranasda, pemerintah dan perbankan. Ia juga meminta Dekranasda Kota Jogja untuk terus membantu me-masarkan produk-produk UMKM perajin di Jogja. Nantinya hal ini bertujuan memajukan pereko-nomian Jogjakarta.
“Cara terbaik untuk menghada-pi MEA 2015 adalah melakukan serangan-serangan produk-pro-duk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Jangan sampai kalah dengan negara-negara lain di Asean. Sebab Jogja memiliki po-tensi produk kerajinan yang luar biasa,” kata HS. (bhn/ila/ong)