JOGJA – Menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2015, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja siap mengeluarkan Surat Keputusan Wa-likota (Kepwal) untuk mengatur produk ung-gulan daerah (PUD) dari Kota Jogja. Untuk kepentingan tersebut, saat ini, Di-nas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja tengah menyusun tujuh item PUD Kota Jogja.
Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja Suyana mengatakan, pihaknya sudah mendata tujuh produk unggulan dari Kota Jogja. Tapi sayang-nya, Suyana tidak ingat betul tujuh item yang dimaksud. Dia hanya ingat lima item, yaitu batik, fesyen, perak, bakpia dan gudeg.
“Saat ini, draf Kepwal sedang disusun dan diharap-kan pada akhir bulan ini sudah selesai,” katanya, kemarin (12/11). Aturan berupa Kepwal tersebut dianggap penting untuk pengembangan produk. “Untuk pengembangan produk, perlu aturan. Dengan Kepwal ini, program pengembangan bisa men-jadi prioritas,” tandas Suyana.
Ketujuh PUD Kota Jogja tersebut, juga sudah melalui kajian yang dilakukan bersama Bank Indonesia dan UGM. Pada awalnya, terdapat puluhan produk yang diajukan, namun setelah melakukan pengkajian, akhirnya ditetapkan tujuh PUD Kota Jogja tersebut.
“Produk-produk tersebut, tentunya yang ba-nyak terdapat di kota Jogja,” tandasnya.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) berha-rap dengan adanya penetapan tujuh PUD Kota Jogja, bisa memperkuat daya saing pro-duk dari Kota Jogja menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang. “Produk-produk tersebut harus yang khas Jogja, sekaligus persiapan menjelang MEA,” ujar HS. (pra/jko/ong)