HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
HEBAT: Assifa Nur Fadila, saat menghadap Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo didampingi kedua orangtuanya, kemarin (11/11). Dirinya akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti Lomba Roket Air Internasional

Wakili Indonesia dalam Lomba Roket Air Internasional

Assifa Nur Fadila, Siswi SMP N 1 Wates, Kulonprogo berhasil mencetak prestasi yang sangat membanggakan. Ia akan mewakili Indonesia dalam Lomba Roket Air Internasional di Jepang akhir November 2014 mendatang.
HENDRI UTOMO, Kulonprogo
WAJAH Assifa Nur Fadila ter-lihat berbinar-binar. Siswi yang akrab di sapa Assifa ini berhak mewakili Indonesia setelah ber-hasil keluar sebagai Juara I Kom-petisi Roket Air Nasional (KRAN) 2014 yang diadakan oleh PUS-PIPTEK di Serpong, Tangerang belum lama ini. Dirinya juga akan mewakili Indonesia dalam ajang Water Rocket Event 21th Asia Pasific Regional Regional Space Agency Forum yang diadakan di Jepang.
Roket buatan Assifa berhasil mengalahkan roket buatan pe-serta lain dari berbagai wilayah di Indonesia. Akurasi sasaran dan kestabilan roket saat meluncur menjadi poin utama sehingga Assifa menjadi pemenang kom-petisi tersebut. Tentunya butuh ketelitian, perhitungan dan aku-rasi dalam membuat roket air. “Faktor yang cukup menentu-kan di antaranya volume air, tekanan dan derajat (sudut) lun-curan. Serta faktor volume resin pemberat dan sirip,” terang As-sifa usai menghadap Bupati Ku-lonprogo Hasto Wardoyo di Ru-mah Dinas Bupati Kulonprogo, kemarin (11/11).
Anak pasangan Suratna yang merupakan guru SMA 1 Penga-sih dan Heny Prihastiwi yang juga berprofesi sebagai guru SMA 1 Temon ini mengaku senang bisa mewakili Kulonprogo dan DIJ ke ajang internasional. Ter-lebih dirinya sudah berusaha sangat keras dalam kompetisi yang diikutinya sebelumnya. “Tentunya merasa senang dan bangga,” tuturnya.
Bupati Hasto mengaku sangat bangga dan senang dengan pre-stasi yang berhasil ditorehkan As-sifa. Meskipun sepintas terlihat sederhana, membuat roket air ini memerlukan skill tinggi, perhitung-an yang tepat sekaligus matang.
“Saya ucapkan selamat atas ke-berhasilannya, ini tidak hanya mengharumkan nama Kulonpro-go dan DIJ, tetapi juga mengha-rumkan nama Indonesia,” ucapnya.
Menurut Hasto, tidak hanya sekadar berhasil mewakili Indo-nesia saja. Satu hal yang lebih membanggakan adalah roket air itu dibuat sendiri oleh Assifa tanpa bantuan pembimbing. “Atas nama pribadi dan pemda saya mengucapakan terima kasih ke-pada Assifa beserta orang tua, guru pembimbing dan Taman Pintar yang telah mendukung prestasi Assifa,” ungkapnya.
Hasto berharap, Assifa terus berikhtiar, bertawakal dan terus berlatih sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. “Kita doakan semoga semua berjalan lancar dan sukses” kata Hasto kepada Assifa yang selain di-dampingi orang tua, juga dite-mani oleh Kepala Kantor Taman Pintar Kota Jogjakarta Yunianto Dwisutono.
Yunianto dalam kesempatan itu menyampaikan, rencananya tanggal 24 November Assifa be-rangkat dari Wates dan terlebih dahulu transit di Jakarta untuk mengikuti pengarahan. Tanggal 27 November baru berangkat ke Jepang untuk mengikuti lomba pembuatan roket air internasional yang akan berlangsung hingga 1 Desember 2014.
“Sebelum menjadi peserta terbaik nasional, sebelumnya Assifa ma-suk enam besar peserta kontes roket air yang diadakan oleh Taman Pintar Jogjakarta. Kami berharap ilmu yang dimiliki Assifa bisa ditularkan kepada yang lain,” ujarnya. (*/ila/ong)