WONOSARI – Duka mendalam tengah dirasakan warga Bunder, Patuk, Gunungkidul. Pasalnya, se-bagian besar korban truk pengangkut kayu glondongan yang mengalami kecelakaan di Tawang, Ngoro-Oro, Patuk mayoritas berasal dari wilayah tersebut.Kanit Laka Polres Gunungkidul Ipda Solechan mengatakan berdasarkan data yang dimiliki petugas, jumlah penumpang truk ada 12 orang. Satu di an-taranya meninggal dunia atas nama Sukedi (Kedi), 42, warga Bunder, Patuk. Sementara korban luka masing-masing, Purwanto,38, Emi Subayo, 54, Wa-giman, 63, Warsito, 34 yang merupakan warga Bun-der. Serta Nova Yulianto, 18, dan Sumardi, 26, yang merupakan sopir warga Klayar Nglipar.
“Korban yang lain rawat jalan. Kasus tersebut ma-sih ditangani petugas. Sopir truk kini menjalani pemeriksaan intensif,” kata Solechan, kemarin (12/11).Dia menjelaskan akibat peristiwa itu sopir dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Se-mentara untuk kondisi kelayakan bus, masih dalam penyelidikan. “Dugaan sementara, penyebab ke-celakaan karena jalan licin kendaraan sulit diken-dalikan dan masuk jurang,” terangnya.
Sementara itu, sopir truk, Sumardi kondisinya sudah membaik. Saat ditemui di Unit Laka Lantas Polres Gunungkidul dia masih terlihat shock. Dengan pelan dia mulai bercerita mengenai kronologi ke-celakaan maut yang dialami. “Sebenarnya sebelum kecelakaan terjadi, saya sudah merasakan pertanda. Tiga kali truk selip dan harus ditarik berulangkali. Hingga akhirnya musibah datang,” ucapnya.Dia menjelaskan sebelum kejadian pihaknya sudah sepakat untuk tidak melanjutkan perjalanan dengan membawa muatan. Namun demikian, waktu itu tenaga angkut meminta untuk tetap melaju.
“Apa boleh buat. Begitu sampai di lokasi kejadian, laju kendaraan tidak bisa dikendalikan. Saya banting ke kiri sudah tidak bisa dan masuk ke jurang,” terangnya.Di bagian lain, Kades Bunder Kabul Santoso men-gucapkan duka mendalam atas musibah tersebut. Dia berharap keluarga korban tabah dan berserah diri kepada Tuhan. Ucapan bela sungkawa ini di-rasa penting karena sebagian besar korban kecelaka-an adalah warganya sendiri. (gun/ila/ong)