GUNAWAN/RADAR JOGJA
MEMBANGGAKAN: Bupati Gunungkidul Badingah menunjukkan penghargaan sebagai Tokoh Standardisasi karena mampu memudahkan proses perizinan kepada masyarakat, kemarin (13/11).
WONOSARI – Mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat terkait dengan perizinan, Bupati Gunungkidul Badingah dinobatkan sebagai tokoh Standardisasi Nasional 2014. Penghargaan tersebut juga diterima oleh tiga pejabat lain di sejumlah wilayah.Penghargaan disampaikan pada acara pembukaan Indonesia Quality Expo 2014 dalam rangka Bulan Mutu Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) 12 November lalu di Jakarta Convention Center.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan penghargaan yang diterima bukan merupakan hasil perlombaan mapun diperoleh secara tiba-tiba. Namun diusahakan dalam rentang waktu cukup lama dan membutuhkan usaha ekstra. Karena berkomitmen tinggi membuat kebijakan untuk menerapkan ISO 9001-2008 dan berhasil menerapkan perizinan SIUP, TDP, TDI dan Izin Gangguan (HO). Serta gencar membina produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berstandar SNI.
“Khsusus untuk perizinan, penilaian ada pada kecepatan pelayanan, keramahan pegawai serta biaya yang sesuai dengan aturan,” kata Badingah, kemarin (13/11).
Selain dirinya, penghargaan juga diperoleh gubernur Jawa Timur, gubernur Sulawesi Selatan dan wali kota Tasikmalaya. Penyerahan penghargaan sendiri dilakukan secara langsung oleh Menteri Riset Tekhnologi Pendidikan Tinggi (Menrisetdikti) Muhammad Nasir. “Waktu itu saya tidak bisa hadir dan diwakili oleh pak Immawan Wahyudi (wabup) bersama dengan kepala Disperindagkop ESDM dan Kepala KPMPT,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunungkidul Azis Saleh mengatakan perbaikan pelayanan publik akan terus di-tingkatkan. SDM di lingkungannya akan diberikan diklat sehingga mampu bekerja secara profesional. “Angka kepuasan pelayanan se-belum menerapkan ISO dibanding sekarang mengalami peningkatan cukup bagus,” ujarnya.
Disinggung mengenai bagaimana cara mengukur tingkat kepuasan masyarakat dalam hal pelayanan, Azis menjelaskan bahwa itu dilakukan dengan survei. Kepada masyarakat diberikan kuisioner kemudian mengisi dan dijadikan masukan untuk KPMPT.
Menurutnya untuk mengurus per-izinan sekarang tidak sulit. Pihaknya sudah memfasilitasi dengan perang-kat komputer. Jika ada pelanggan ingin mengetahui tentang prosedur perizinan dan lainnya bisa langsung berhadapan dengan komputer layar sentuh yang sudah disediakan.
“Sistem komputer ini sekaligus untuk menepis anggapan adanya permainan antara pelanggan dengan pegawai. Dengan sistem itu kontak langsung antara masyarakat dengan pegawai menjadi berkurang,” ucapnya. (gun/ila/ong)