HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PREFENTIF: Petugas dari DPU membabat pucuk pohon perindang di salah satu ruas jalan protokol yang sekiranya berbahaya dari ancaman angin kencang.
PURWOREJO – Curah hujan yang turun di beberapa wilayah Pur-worejo masih di bawah normal. Yang harus diwaspadai potensi puting beliung, sebab perbedaan tekanan udara di saat pergantian musim, sering ditandi dengan hujan disertai tiupan angin kencang. “Kendati sempat terjadi hujan cukup deras tiga hari lalu, namun saat ini masih masuk musim kemarau. Berdasarkan prediksi yang ada, musim hujan baru akan terjadi dalam minggu ketiga November ini. Per-gantian musim yang perlu diwas-padai adalah puting beliung,” kata Hardoyo, Kabid Kegawatdaruratan dan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, kemarin (13/11)
Menurut Hardoyo, berdasarkan skala curah hujan yang dikelola Dinas Sumber Daya Air dan Energi, Sumber Daya Mineral (SDAESDM) Purworejo, menunjukkan bahwa uji petiknya masih di bawah normal.
“Hujan yang ada kemarin itu belum bisa masuk dalam musim penghujan, skala curah hujan menunjukkan bahwa hujan masih di bawah normal. Begitu pula dengan debit air sungai, dari papan ukur yang ada juga belum normal,” katanya.Hardoyo mengimbau, masyarakat untuk tidak lengah dengan berbagi potensi bencana. “Dari hujan yang ada, bisa dipelajari dan kita bisa mengamati lingkungan sekitar. Jika ada pohon tinggi atau ada rekahan pontensi longsor, coba diambil tindakan,” imbaunya.
Jika ada kawasan yang tidak memungkinkan untuk ditangani sendiri oleh masyarakat, Hardoyo memgaku siap menerima laporan warga melalui aparat desa kapan pun saatnya. (tom/jko/ong)