Koalisi Merah Putih Buka Pintu Komunikasi
JOGJA – Perseturuan Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bakal segera berakhir. Ini setelah elite KMP membuka pintu ter-jalinnya komunikasi dengan KIH. Ting-gal sejauh mana respons dari koalisi PDI Perjuangan, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.
“Kalau (mereka) telepon, saya akan kumpulkan teman-teman,” kata Ketua Presidium KMP DIJ Gandung Pardiman, kemarin (13/11). Kemungkiann KMP yang membuka komunikasi dengan KIH, ia tidak akan melakukannya. Gandung memilih menahan diri. “Tidak elok,” tandas Ketua DPD Golkar DIJ ini kemarin.
Seperti diketahui, perseturuan KMP dengan KIH di DIJ masih terus terjadi. Meski di pusat KMP dan KIH sudah menjalin kesepakatan, hal tersebut tak merembet ke daerah. Di DPRD DIJ dan Kota Jogja, belum terbentuk alat kelengkapan (alkap). Ini karena KMP dan KIH masih berebut posisi pimpi-nan di alkap.
Gandung menolak dikatakan jika KMP dan KIH berseteru karena rebutan pim-pinan alkap. Ia menegaskan hal terse-but hanya sebagai dinamika politik. “Kalau tak selesai di daerah, bisa (di-selesaikan) di pusat,” jelasnya.
Menanggapi pintu komunikasi itu, Wakil Ketua PDI Perjuangan DIJ Dwi Wahyu Broto mengaku tengah mengupayakan komunikasi dengan KMP. Ia pun memberikan contoh di DPRD DIJ yang kini masih terus berlangsung. “Upaya lobi dan komunikasi dengan semua fraksi terus dilakukan agar alat kelengkapan DPRD segera terbentuk. Tapi memang belum ada titik temu,” tuturnya.
Akibat belum ada kesepakatan antar-kedua koalisi, hingga kini DPRD DIJ belum membentuk alkap. Bahkan peng-esahan tata tertib, pekan lalu tak menda-patkan pengakuan dari KIH. Saat rapur, wakil rakyat dari KIH memilih tidak menghadirinya.
Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional (FKN) DPRD DIJ Sukamto menjelaskan enggan merespons pintu komunikasi dari Gandung Pardiman. Ia mengaku hal tersebut akan berakhir dengan sen-diri. “Terserah Gandung. Gitu aja kok dipikirin,” tambahnya. Soal dampak dari perseturuan yang tak kunjung berakhir, ia memilih pasif. Sukamto menegaskan berbagai peker-jaan yang masih belum terselesaikan bakal selesai. “Pasti selesai,” ujar Kam-to optimistis, tanpa merinci upaya penye-lesaian pekerjaan itu. (eri/laz/ong)