RADAR JOGJA FILE

JATUH BANGUN : Pertandingan antara Tim Remaja DIJ kontra Tim Remaja Banten di Stadion Jatidiri Semarang Senin (3/11) lalu.
Daftarkan Pemain ke KONI dan Terus Lakukan Pembenahan

Meskipun diliputi kecemasan masalah fi nansial dalam keikutsertaan di ajang PON Remaja 2014 Jawa Timur (Jatim) bulan depan, tim sepak bola remaja DIJ tetap melakukan persiapan. Apa yang mereka lakukan?
KC DHANESWARA, Jogja
SEBANYAK 18 pemain yang akan membela tim DIJ juga sudah didaftarkan ke KONI DIJ. Mereka pun optimistis dengan rencana bisa berlaga di Jawa Timur nanti.Permainan pada kualifikasi PON Remaja di Semarang beberapa waktu lalu juga su-dah dievaluasi secara menye-luruh. Wakil Manajer Tim Sepak Bola Remaja DIJ Badarul Anwar mengakui, sangat ba-nyak kelemahan yang wajib dibenahi. Fisik pemain yang masih kurang jelas menjadi sorotan tajam.
Ya, saat kualifikasi berlang-sung, pemain DIJ silih ber-ganti mengalami cedera. Ce-dera yang dialami pun sangat sederhana, yakni kram. Ini merupakan indikator kalau fisik para pemain DIJ memang wajib dibenahi. “Bahkan pada laga pertama kualifikasi mela-wan Banten, kami harus bermain dengan 10 orang sebelum laga berakhir. Karena ada lagi satu pemain cedera setelah sudah melakukan tiga pergantian pemain,” tandasnya.
Selain masalah fisik, Badarul juga menyatakan komunikasi antarpemain perlu dibenahi. Tidak lancarnya koordinasi, kata Badarul sering kali meng-hasilkan akibat fatal berupa gol-gol yang dibuat pemain lawan. Sebagai catatan pertahanan DIJ memang tidak terlalu baik di kualifikasi lalu karena kemasu-kan delapan gol.
Badarul berharap, waktu se-tengah bulan untuk bersiap ke Jatim benar-benar bisa diman-faatkan tim DIJ untuk memper-kuat tim. Jika tim kuat Badarul yakin DIJ bsa melangkah jauh. Bahkan bisa meraih medali.”Kami masih punya waktu setengah bulan untuk melaku-kan persiapan. Untuk itu wak-tu yang ada ini wajib dimaksi-malkan agar kami dapat me-langkah sejauh-jauhnya di babak utama PON Remaja nanti-nya,” sergahnya.
Mengenai ancaman hanya benar-benar dapat membawa 18 pemain saja, Badarul me-nyatakan itu bukan masalah. Sebab, tim lain pun sama meng-ingat Panitia Besar (PB) PON Remaja sudah memutuskan setiap tim hanya boleh mem-bawa 18 penggawa saja.
“Buat saya itu tidak masalah kok. Toh tim lain juga hanya bisa menyertakan 18 pemain saja. Itu sudah menjadi keputu-san PB PON kalau setiap tim hanya boleh membawa 18 peng-gawa saja,” jelasnya.Sementara Manajer Tim Sepak Bola Remaja DIJ Edyanto me-ngatakan, di babak utama PON Remaja nanti, DIJ akan tergabung dengan tim asal Sulawesi, Papua dan Maluku. Lolos dari penyi-sihan grup sudah menjadi harga mati bagi DIJ.
Melihat hanya ada 18 pemain pada PON Remaja, Yoyok me-minta pemain DIJ lebih berha-ti-hati dalam bermain. Selain karena ancaman cedera, DIJ juga berpotensi mengalami krisis pemain karena adanya peng-gawa yang mengalami akumu-lasi kartu kuning.”Saya berharap para pemain bisa lebih berhati-hati. Intinya lolos penyisihan grup adalah harga mati,” tegasnya. (*/din/ong)