TEMANGGUNG – Para tenaga pengajar tingkat TK, SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Temang-gung mengeluh dan mem-pertanyakan nasib mereka. Hingga memasuki pertengahan November 2014, tunjangan ser-tifikasi guru untuk triwulan ke-tiga belum diberikan. Padahal, seharusnya sudah diterima pa-ling lambat September lalu.
“Tunjangan yang biasa diteri-makan setiap tiga bulan sekali itu direncanakan membayar sekolah maupun membayar hutang. Kenapa kok yang kali ini belum juga cair,” ungkap Ke-tua Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) Temanggung H Sudigwo SPd Rabu (12/11).Sudigwo meneruskan, untuk triwulan pertama dan kedua sudah diterimakan, meski agak terlambat. Sedangkan triwulan ketiga, yang semestinya turun September lalu, hingga me-masuki pertengahan November ini belum turun.
“Kenapa masih saja dipersulit. Berikan itu hak guru. Lagi pula dananya kan sudah ada di kas daerah, turun bersamaan DAU,” keluhnya
Dikatakan, semestinya semua pihak sadar tunjangan ser tifikasi guru merupakan upaya pemerin-tah meningkatkan kesejateraan guru. Harapannya, kalau ke-sejahteraan meningkat, akan meningkat pula etos kerja te-naga pengajar. Lebih penting lagi, ini akan menjadi daya tarik bagi anak-anak muda yang pin-tar terjun sebagai tenaga pen-didik. “Guru bukan lagi pilihan alternatif, namun jadi pilihan utama,” tegasnya.
Sudigwo berharap, dalam pem-berian hak guru tersebut, di-persulit karena ada unsur cem-buru. “Belakangan ini ada semen-tara pihak yang iri terhadap tunjangan profesi guru. Ingat, guru itu profesi terhormat dan harus ada perlakuan khusus,” katanya. (dem/hes/ong)