SETIAKY/RADAR JOGJA
PENUH CORETAN: Monumen batik di Titik Nol Kilometer, Jogjakarta.
MENGGELIATNYA industri batik di Jogjakarta, telah membawa nama besar Jogjakarta itu sendiri. Sampai-sampai di kawasan Malioboro sebagai ikonnya Jogja, juga sudah dibangun monumen batik, tepatnya di Titik Nol Kilometer. Dalam monumen ini, terdapat enam motif batik khas Jogja yang didisplay. Monumen batik tersebut mulai di-bangun sejak lima tahun silam (2009). Tapi sangat disayangkan, kawasan mo-numen batik ini sering menjadi sasaran tangan-tangan jail sebagai objek van-dalisme. Bahkan ada yang dirusak. Sehingga pemerintah harus kembali membuat anggaran untuk perbaikan.
Monumen batik yang dalam kondisi rusak, kini sudah selesai proses perbai-kannya. Namun di bagian prasasti yang menandai monument tersebut, masih penuh coretan vandalisme. “Baru saja kami adakan perbaikan, Masyarakat yang terbiasa beraktivitas di sana, kami min-ta turut menjaga kebersihan dan kein-dahan monumen batik tersebut,” kata Kasi Tata Perkotaan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja Wahyu Setyowati
Perbaikan antara lain dilakukan dengan penggantian kaca yang pecah. “Bebe-rapa kaca di monumen batik tersebut ada yang pecah. Untuk itu, dilakukan perbaikan (perawatan rutin) sejak bu-lan lalu. Pemeliharaan rutin ini untuk menjaga kebersihan dan keindahan di sana,” ujarnya. (pra/jko/ong)