GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
OBATI PENASARAN: Mahasiswa asing mencoba egrang dalam pembukaan International Student Summit di UGM, kemarin (13/11).
JOGJA – Suasana halaman Ba-lairung di kompleks gedung pusat UGM kemarin sore (13/11) tampak lain. Ratusan bule ter-lihat semringah di antara me-reka yang hadir di kampus biru itu usai kawasan Jogja dan seki-tarnya diguyur hujan lebat. Para bule itu saling bergantian bermain egrang, permainan tradisional dari bambu. Ada yang langsung bisa naik egrang dan memang butuh keseimbangan dalam memainkannya. Ada pula yang harus dibantu dengan cara dipegangi sehingga bisa jalan beberapa meter
Tidak sedikit yang beberapa kali harus diulang, bahkan jatuh karena tak bisa menjaga ke-seimbangan lagi. Pada umumnya mereka penasaran dan ingin mencoba permainan yang di negaranya tidak ada itu. Meski untuk mencobanya, ada yang harus dengan mencopot sepatu lebih dulu.
Peralatan egrang itu sebenarnya untuk dimainkan para penari pada pembukaan acara. Saat dimainkan oleh para penari re-maja laki-laki dan perempuan itu, para warga negara asing itu terlihat kagum oleh kelincahan para penari meski harus berdiri pada permainan bamboo itu.
Mereka pun penasaran dan ingin mencobanya. Para bule-bule muda itu adalah maha-siswa dari berbagai Negara yang sedang kuliah di Indonesia. Me-reka datang ke Jogja untuk mengikuti pembukaan Interna-tional Student Summit yang berlangsung di kompleks UGM, Jogja, kemarin.Pertemuan ini sebagai wadah untuk para mahasiswa luar ne-geri, agar dapat saling berinter-aksi, bekerja sama dan saling mendukung guna meningkatkan keberhasilan, baik dalam bidang akademik, riset, maupun sosial dan lingkungan. Kegiatan yang diselenggarakan untuk kali ke-tiga ini diikuti oleh 110 maha-siswa internasional dari lima benua yang berkuliah di Indo-nesia. (aga/laz/ong)