JOGJA – Kawasan Hutan Bunder, Gading, Gunungkidul, dipilih menjadi lokasi puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasio-nal (HCPSN) Tingkat DIJ 2014. Acara tersebut akan digelar Minggu (16/11) lusa, dan diha-diri Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX
“Beliau telah memastikan kese-diaan hadir sekaligus membe-rikan sambutan,” ungkap Ke-pala Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ Joko Wuryantoro di kantornya, kemarin (13/11).
Menurut Joko, HCPSN sebe-tulnya diperingati setiap 5 No-vember. Setiap tahunnya Kemen-terian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) yang sekarang berubah menjadi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KHLH) menetapkan tema dan maskot sepasang hewan dan tumbuhan.
Tahun ini, temanya adalah “Keanekargaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan serta Pembangunan yang Berkelanju-tan”. Sedangkan maskot yang dipilih adalah takka (tacca leon-topetaloides) dan penyu sisik (eretmochelys imbricate).
“Takka sejenis tumbuhan her-bal berbunga dan memiliki umbi yang tumbuh di pesisir,” terang mantan Kabid Perumahan Dinas PUP dan ESDM DIJ ini.
Umbi tanaman takka bagi ma-syarakat Jawa Tengah dikenal dengan sebutan kecondang atau jalawure oleh rakyat Jawa Barat. Tanaman itu dapat dikonsumsi sebagai tanaman pangan peng-ganti beras. Sedangkan penyu bersisik merupakan salah satu spesies yang dilindungi.
HCPSN, lanjut Joko, digelar sebagai media kampanye tingkat nasional demi meningkatkan kepedulian, perlindungan, pe-lestarian puspa dan satwa Indo-nesia. Juga untuk mengingatkan pentingnya puspa dan satwa bagi kehidupan manusia.
Sekretaris BLH DIJ Maladi me-nambahkan, HCPSN Tingkat DIJ merupakan kerja sama instansi-nya dengan Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa KHLH,KantorPengendalian Lingkungan Hidup (Kapedal) Gunungkidul, dan Kota Padi Plona Lereng Merapi Sleman. “Jadi acara ini kerja keroyokan. Kita ramai-ramai,” ucapnya.
Dalam acara tersebut juga diisi pemberian penghargaan Kampung Hijau Tingkat DIJ, penyerahan pohon cemara udang, penanaman pohon langka, dan pelepasan satwa ular, serta burung.Ada 275 batang pohon cemara udang diserahkan kepada Kelom-pok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Nguyahan, Ngobaran, Saptosari, Gunungkidul. Sedang-kan pohon langka yang ditanam ada empat buah. Yakni pohon pronojiwo, timoho, wuni, dan pucuk atau kluwak.
“Satwa yang akan dilepas oleh Wagub, antara lain, burung pleci, trotoan, kutilang, dan emprit,” tutur birokrat yang pernah men-jabat Kabag Keuangan Setwan DPRD DIJ ini. (kus/amd/din/ong)