MUNGKID – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi III DPRD Kabupaten Magelang mem-buahkan hasil. Komisi yang mem-bidangi pembangunan ini me-nemukan pembangunan Jalan Pucang-Secang di Kecamatan Se-cang tidak sesuai spesifikasi.
Bahkan proyek senilai Rp 2,4 mi-liar tersebut banyak ditemukan ketidak sesuaian. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang M. Sobikin menyatakan, sudah menge-cek ke lapangan. Bangunan yang di lapangan tak sesuai spesifikasi. Ketidaksesuaian itu terkait campu-ran material dan ketebalan jalan. Selain itu, campuran material di-anggap tak sesuai. Terutama jumlah semen yang harusnya dipasang. “Ketebalan yang seharusnya 20 sentimeter tak dipenuhi pelaksana,” papar Sobikin, kemarin (13/11)
Menurut Sobikin, temuan ini bisa dilihat secara kasat mata. Jadi, tanpa harus dilakukan pe-nelitian secara teknis. “Kalau secara teknis, bukan bidang kami. Tapi ini terlihat jelas kok,” katanya beralasan. Dengan temuan tersebut, ia berharap rekanan pelaksana dari CV Graha Merbabu segera melakukan pembenahan. Karena saat ini masih dalam masa pe-rawatan dan tanggung jawab dari pelaksana proyek.
“Pengawasan dari Dinas Pe-kerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) harus ditingkatkan,” suruhnya.Proyek pelebaran Jalan Secang-Pucang-Sindas yang menjadi bagian jalur alternatif Magelang-Semarang baru sebulan pem-bangunan dilakukan. Biaya pembangunan dengan nilai Rp 2,4 miliar itu sudah rusak. Keru-sakan berada di banyak titik, didominasi lapisan yang menge-lupas dan jalan yang berlubang. Ada juga jalan yang ambles.
Seperti yang terjadi di dekat Lapangan Desa Pancuranmas. Jalan yang dilebarkan sudah mengelupas di beberapa bagian. Padahal, lokasi itu paling akhir dikerjakan. “Baru sebulan sudah rusak. Padahal tidak ada kendaraan berat yang lewat,” ungkap Yanto, 45, warga setempat.
Bahkan, material yang menge-lupas berserakan di jalan raya. Sehingga membahayakan peng-guna jalan. Tak jarang juga ada pengguna jalan yang hampir terjatuh karena terpeleset. “Krikil (batu-batu kecil) kadang terlempar setelah terlintas ban,” katanya.
Direktur CV Graha Merbabu H Yusuf Edi Gunawan berjanji akan segera memperbaiki kekurangan bangunan tersebut. Ia menilai sejauh ini sudah bekerja sesuai dokumen kontrak. Selama proses pengerjaan, pihaknya juga di awasi DPU ESDM. “Kalau ada kekurangan kami siap memperbaiki. Karena saat ini masih dalam tanggung jawab kami,” katanya. (ady/hes/ong)