ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
CINTASUNGAI:Sejumlah siswa PAUD Omah Bocah masuk sungai dan menebarkan 300 ekor ikan nila. Mereka senang karena bisa bermain air disamping diajarkan soal cinta lingkungan.
MUNGKID – Sejumlah siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) Omah Bocah Borobudur menebarkan 300 ekor ikan nila di beberapa sungai di Kecamatan Borobudur, kemarin (13/11). Sebelumnya, para siswa berkumpul dan memasukkan ikan-ikan nila ke dalam kantong plastik di PAUD Omah Bocah, Dusun Ngaran 1, Kecamatan Borobudur.
Selain sarana rekreasi, langkah me nebarkan ikan tersebut juga menjadi edukasi pada anak untuk menumbuhkan rasa cinta dan ikut memelihar daerah aliran sungai. Harapannya, aliran sungai bebas dari sampah dan pencemaran air.Perintis PAUD Omah Bocah Borobudur Ir Girika Gayatri menyatakan, anak–anak dibiarkan interaktif memilih ikan-ikan yang ada di ember besar. Sebelumnya, ember tersebut diisi ikan nila sebanyak 300 ekor.
“Kami berharap, saat anak-anak me-nyentuh hewan atau binatang air yang gesit, dan bisa berkelit saat akan di tangkap. Anak-anak memang dilatih dengan nilai-nilai kesabaran, keberanian, dan ke tekunan. Serta tidak mudah menyerah atau putus asa saat berharap atau memiliki keinginan, guna mendapatkan satu tujuan,” papar-nya.Menurut Girika, dipilihnya objek sungai sebagai bagian aktivasi edukasi anak–anak. Di mana, sungai merupakan sarana tempat rekreasi yang murah untuk ber-main
“Ini sekaligus mendukung pro-gram pemerintah Provinsi Jateng di mana November ini bertepa-tan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa. Hingga akhir Novem-ber nanti, program agenda Ha-ri Cinta Puspa dan Satwa ber lanjut dengan aneka lomba dan program bakti sosial untuk lingkungan,” jelasnya.Pelepasan ikan dari kantong-kantong plastik ke sungai dimu-lai pukul 09.00. Pelepasan dila-kukan dari hilir Kali Sileng di Dusun Njowahan, Wanurejo, Borobudur, hingga berlanjut ke hulu Kali Progo Dusun Brojo-nalan, Wanurejo, Borobudur.
Alasan dipilihnya dua lokasi aliran sungai tersebut, selain menjadi ikon peta wisata Wanurejo, juga memi-liki mitologi dan kontribusi ter-hadap kehidupan masyarakat setempat. “Ketergantungan mata pencaharian dan kelangsungan kehidupan bagi masyarakat s ekitar,” imbuh Gayatri.
Tokoh Masyarakat Mbarepan Desa Wanurejo Muhamad Zaenal mengaku, mendukung acara tersebut. Ia mendukung pelestarian alam itu dengan keikutsertaanya mengawal dan menggendong anak-anak PAUD menuju lokasi sungai yang cukup licin sehabis hujan.Pria yang akrab Muh Zaenal ini sebelumnya juga ikut me-lepaskan burung Prenjak dan Pleci ke Kebun Bambu dan Se-ngon di sekitar PAUD Omah Bocah. “Saya merindukan alam yang harmonis. Ada kicauan burung yang tidak terusik pem-buru liar,” ungkap Zaenal.
Menurutnya, betapa mudah untuk mendapatkan suasana yang damai, tenteram, dan penuh warna di alam. Adanya ke ragaman yang rukun itu semuanya di-sepakati dan mendukung dalam kebersamaan dalam melestari-kan alam. “Kata itu mudah, namun dibu-tuhkan kesabaran mewujudkanya menjadi nyata di muka bumi ini,” katanya. (ady/hes/ong)