YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
BAKTI NYATA: Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi ikut terjun langsung dalam pembangunan talud.
NGAGLIK- Usai TMMD Seng-kuyung, Korps TNI terus berkiprah dalam upaya pembangunan kawasan pedesaan. Kali ini dalam program KSAD Serbuan Teritorial. Melalui Kodim 0732 Sleman, pasukan loreng dikerahkan untuk memper-cepat pembangunan fisik. Khususnya sebagai upaya pencegahan dampak negatif bencana akibat tingginya curah hujan dan angin kencang. Salah satunya dilakukan di wilayah Kecamatan Ngaglik kemarin (13/11).
Selain membangun jalan peng-hubung antardesa, mereka juga melakukan finishing talud untuk akses ekonomi warga. Jalan tersebut menghubungkan empat dusun, yakni Poton, Ngetiran, Tegalrejo, dan Ringinputih yang ada di dua desa, Donoharjo dan Sariharjo.Sedikitnya 1 SST (30 orang) pasukan Kodim 0732 Sleman dikerahkan setiap hari secara bergiliran. “Ser-buan teritorial menyasar kawasan rawan bencana,” jelas Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi di sela pembangu-nan talud sepanjang 600 meter.
Pada saat bersamaan, serbuan territorial serentak digelar di tiga wilayah lain, yakni Kecamatan Minggir, Pakem, dan Berbah. Puting beliung dan banjir lahar hujan menjadi fokus utama program tersebut.
Mereka bekerjasama dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan linmas, TNI bersiaga 24 jam di Makodim se-tempat. Tujuannya untuk mengimple-mentasikan prinsip kebencanaan di kawasan yang terkena musibah.
Bambang menegaskan, secara prinsip, semua anggota on call dan siaga di setiap markas Koramil. Khu-susnya yang lokasi markas berdekata dengan sungai-sungai berhulu di puncak Merapi. Di antaranya, Gendol, Boyong, Opak, dan Kuning.
Pasiter Kapten Inf Kamdiyo me-nambahkan, penghijauan wilayah aliran sungai turut menjadi prioritas. Sedikitnya 15 ribu bibit pohon mahoni, sengon, dan jati disebar ke 17 wilayah kecamatan. Ini sebagai gerakan antisipasi pencegahan banjir. (yog/din/ong)