SETIAKY/RADAR JOGJA
GERAM:PKB mendesak Kejati DIJ segera melimpahkan berkas tersangka korupsi Persiba ke Pengadilan Tipikor Jogja.

Kawulo Bantul Minta KPK Ambil Alih

JOGJA – Lambannya penanganan kasus dugaan korupsi hibah Persiba senilai Rp 12,5 miliar, membuat pegiat antikorupsi Bantul geram. Pegiat yang tergabung dalam Paguyuban Kawulo Bantul (PKB) mendesak Kejati DIJ segera melimpahkan berkas atas nama ter-sangka HM Idham Samawi dan Edy Bowo Nurcahyo ke Pengadilan Tipikor Jogja.
Desakan tersebut disampaikan PKB saat menggelar aksi demo di halaman Kejati DIJ, Jalan Sukonandi Jogja, kema-rin (13/11). “Pemeriksaan saksi sudah selesai dan audit kerugian negara oleh BPKP juga sudah rampung, kejati tung-gu apa lagi. Segera limpahkan ke penga-dilan agar perkara ini terang benderang,” kata koordinator aksi, Rino Caroko.
Dalam aksinya, massa membawa ber-bagai poster dan spanduk. Atribut terse-but antara lain bertuliskan Pengemba-lian kerugian negara tidak menghilang-kan perbuatan pidana, masih banyak hak dasar rakyat belum terpenuhi, kasi-han mantan bupati Bantul maka segera selesaikan kasusnya, KPK harus mengam-bil alih kasus Persiba, dan lain sebagainya
Massa mendesak kepada kejati segera melimpahkan perkara tersebut ke Penga-dilan Tipikor Jogja. Desakan ini agar perka-ra tersebut tidak mengendap. Selain itu, kedua tersangka dapat segera mendapatkan kepastian hukum atas perkara yang mem-belitnya. “Tidak ada alasan bagi kejati untuk menunda-nundan waktu persidangan. Jika kejati takut, kami akan minta KPK untuk mengambil alih,” tandas Rino.
Setelah melakukan aksi, perwakilan massa diterima Asisten Pidana Khusus Kejati DIJ Azwar dan Kasi Penkum Pur-wanta Sudarmaji untuk auditensi. Azwar menjamin perkara ini jalan terus. Saat ini, tim penyidik masih mengevaluasi berkas tersangka HM Idham Samawi dan Edy Bowo Nurcahyo. (mar/jko/ong)