HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
KONSULTASI: Warga tampak antusias berkonsultasi terkait Jamkesda dalam sesi audiensi di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, kemarin (13/11).

Sosialisasi Masih Perlu Dilakukan

KULONPROGO – Program Jami-nan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Kulonprogo dinilai masih perlu disosialisasikan. Pasal-nya, kendati prosedur pelaksanaan Jamkesda sangat sederhana dan mudah namun ternyata masih ada masyarakat kurang mampu yang kebingungan untuk mengaksesnya. “Karena hingga saat ini masih saja ada masyarakat kurang mampu belum bisa mengakses Jamkesda. Akhirnya mereka kesulitan saat ingin mengunakan Jamkesda untuk pembayaran pengobatan di RSUD,” terang Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr Lestaryono, MKes saat mewakili Bupati Hasto Wadoyo menerima audiensi di Rumah Dinas Bupati, kemarin (13/11).
Lestaryono menjelaskan peng-gunaan Jamkesda sangatlah mudah. Warga atau pasien yang berobat cukup menyampaikan kepada petugas pendaftaran di RSUD setempat bahwa akan menggunakan fasilitas Jamkesda. Kemudian menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga.
“Melalui Jamkesda, pemkab telah menanggung biaya peng-obatan setiap orang pasien. Alokasinya Rp 5 juta untuk satu tahun,” jelasnya.
Menurut Lestaryono sudah beberapa kali dirinya menjumpai pasien tidak menyampaikan peng-gunaan Jamkesda saat pendaftaran di rumah sakit. Mereka baru me-ngatakan memiliki kartu Jamkesda dan mengaku kesulitan biaya di akhir pengobatan.
“Ini yang merepotkan, jadi me-mang masih perlu ada sosialiasi Jamkesda agar warga pemegang kartu saat berobat mudah dalam mengaksesnya,” ujarnya.
Salah seorang warga Rumini mengungkapkan saat lebaran lalu ia mengaku sempat dirawat di RSUD Wates dan menjalani operasi kelahiran dengan operasi caesar. Saat itu ia dirawat di kelas 1 dan menyampaikan membayar sendiri, padahal dirinya sebetulnya memiliki kartu Jamkesda. “Karena saya memilih kelas 1 dan teguh untuk tidak menggunakan Jamkesda maka saya mendaftar tanpa jamkesda. Sehingga pihak RSUD Wates juga tidak memasuk-kan saya ke layanan Jamkesda,” ucap warga Gunungmalang, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih ini.
Kepala Bagian TI dan Humas Setda Kulonprogo Rudy Widiyatmoko menyampaikan kepada para perangkat desa, tokoh masyarakat dan pegawai negeri sipil pen-damping untuk melakukan so-siasialisasi. Juga sangat tepat rasanya jika ikut menjelaskan prosedur pemakaian Jamkesda, yang sebenarnya sangat sederhana dan mudah kepada warga yang membutuhkan.
“Langkah ini sangat tepat, karena warga kurang mampu di pelosok kurang memiliki akses media komunikasi. Sehingga perlu dukungan semua pihak untuk menginformasikan prosedur dan kebijakan yang dilakukan pemda,” ungkapnya. (tom/ila/ong)