GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MASIH BANYAK KELEMAHAN:Mendagri Tjahjo Kumolo memperlihatkan e-KTP dalampembukaan Rakernas Pencatatan Sipil di JEC tadi malam.
JOGJA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pencatatan Sipil tahun 2014 tadi malam (16/11) dibuka di Jogja Ekspo Center (JEC). Men-teri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuka lang-sung rakernas ini.Saat memberikan arahan ke-pada 625 kepala Dinas Kepen-dudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Indonesia, Tja-hjo sama sekali tak menyinggung polemik penghapusan kolom agama. Politikus PDI Perjuangan ini lebih banyak memberikan catatan soal data kependudukan, khususnya catatan sipil Elektro-nik-KTP yang masih amburadul
“Evaluasi ini dilakukan E-KTP masih ba-nyak kele-mahan,” tan das Tjah jo yang disambut dengan tepuk tangan peserta. Ia mengungkapkan, pe-nerbitan E-KTP ada yang ditemu-kan di Paris dan Tiongkok. E-KTP tersebut sama seperti buatan di Indonesia. “Asli tapi palsu. Ini ha-rus bisa dicegah,” imbuhnya.
Pria yang memiliki masa kecil di Bausasran, Jogja, ini menam-bahkan, masalah E-KTP cukup serius. Sebab, data masyarakat adalah data rahasia negara yang harus dilindungi. “Ada doble basis data yang berdasarkan SIAK dan E-KTP,” sesal Tjahjo.
Semua hal itu, lanjutnya, harus diperbaiki. Apalagi, kebutuhan data ini sangat besar. Juga penting dalam sebuah even besar yang membutuhkan data negara ini.”Contoh kecil untuk KPU. Karena data yang tidak valid di pileg dan pilpres lalu, ada 10 juta data nama tanpa ada orangnya. ” (eri/laz/ong)