Afnan Hadi Kusumo

Kasus yang Menjerat Ervani Bukan Kejahatan

BANTUL – Anggota DPD RI asal Jogjakarta Afnan Hadi Kusumo memberikan atensi atas perkara yang menjerat Ervani Emy Han-dayani. Seperti halnya keluarga serta elemen masyarakat lainnya, Afnan juga turut membantu Er-vani dengan melayangkan surat penangguhan penahanan Er-vani. “Ini bukan kejahatan. Ini hanya persoalan biasa,” tegas Afnan di sela-sela kunjungannya di kediaman Ervani di Pedukuhan Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan kemarin (16/11).
Afnan tidak sendirian. Dia di-temani sejumlah pengurus Mu-hammadiyah Bantul. Afnan menilai perkara yang menjerat Ervani sama dengan yang me-nimpa Florence Sihombing. Be-danya, objek penghinaan Flo melalui media sosial Path lebih luas karena menyangkut masy-arakat Jogjakarta. Sementara, yang menjadi objek penghinaan Ervani di media sosial facebook adalah perorangan.
“Flo saja tidak tahan kok,” ujar-nya. Karena itu, Afnan pun ber-pendapat kemungkinan besar permohonan penangguhan pena-hanan Ervani bakal dikabulkan. Toh, berbagai elemen masyara-kat yang bersedia menjadi jami-nan atas permohonan penang-guhan penahanan juga ada 50 orang.”Apalagi yang bersangkutan juga tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” tegasnya.Afnan juga meminta agar hukum jangan sampai tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Meski be-gitu, bagi pengguna media so-sial juga diminta agar lebih berhati-hati.
Suparmi, ibu Ervani menutur-kan, berbagai elemen masyara-kat tetap akan memberikan du-kungan moral kepada Ervani saat menjalani proses persidangan kedua di pengadilan negeri Ban-tul. Rencananya, persidangan dengan agenda pengajuan eksep-si dari tim penasehat hukum Ervani digelar hari ini. “Ibu-ibu teman pengajian Ervani akan datang. Mereka rela meninggal-kan pekerjaan untuk memberikan dukungan,” tambahnya.
Suparmi berharap permohonan penangguhan penahanan anaknya segera dikabulkan
Sebagaimana diketahui, Er-vani ditahan pada 29 Oktober setelah berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan negeri Bantul. Ke-mudian, Selasa (11/11) lalu dia menjalani sidang perdana di pengadilan negeri Bantul. Ervani berurusan dengan hukum karena postingannya di media sosial facebook.
Pada 3 Juni lalu Ervani mengunggah tulisan “Iya sih, Pak Har baik. Yg gak baik itu yang namanya Ayas dan Spv lain-nya. Kami rasa dia gk pantas dijadikan pimpinan Jolie Jogja Jewelery. Banyak yg lebay dan msh labil sprt anak kecil!”.
Ternyata, curahan hati Ervani ka-rena suaminya bernama Alfa Janto yang dipecat manajemen tanpa gaji terakhir dan uang pesangon tersebut berbuntung panjang. Salah satu pimpinan Jolie Jogja Jewelery bernama Diah Sarastuty atau yang akrab disapa Ayas melaporkan Er-vani karena dianggap telah mela-kukan pencemaran nama baik. (zam/din/ong)