AHAMD RIYADI/RADAR JOGJA
JAUHKAN DARI ZAT BERBAHAYA: Para pembicara seminar Peran Kimia dan Pendidikan Kimia dalam Mengembangkan Industri Kreatif, di Fakultas MIPA UNY, Sabtu (15/11).
JOGJA – Maraknya makanan atau jajanan yang dicampur zat berbahaya seperti formalin dan pewarna, membuat Uni-versitas Negeri Yogyakarta (UNY) priha-tin. Sebagai lembaga pendidikan, PTN ini ikut mengawasi produk makanan dan jajanan yang beredar di masyarakat. Tu-juannya agar makanan atau jajajan yang dijual di pasaran tidak membayakan kesehatan konsumen. Baik yang dijual oleh toko tradisional, swalayan, rumah makan, restoran, mal, dan lain sebagainya
“Peran peneliti kimia sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan ber-negara, terutama pada produk pangan. Peneliti bisa ikut mengawasi dan ber-peran secara langsung di industri untuk menyiapkan makanan yang berkualitas dan jauh dari zat berbahaya,” kata Rek-tor UNY Rochmat Wahab dalam semi-nar nasional bertema Peran Kimia dan Pendidikan Kimia dalam Mengembang-kan Industri Kreatif di Fakultas MIPA UNY, Sabtu (15/11).
Rochmad mengapresiasi para dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY. Sebab, me-reka sangat kreatif dalam melakukan penelitian produk kimia. Sayangnya, banyak produk penelitian kimia UNY belum ditindaklanjuti atau diaplikasikan oleh industri. “Kita harus melibatkan industri agar produk penelitian dapat memberikan manfaat kepada masyara-kat,” harap Rochmat.
Dekan FMIPA Hartono mengajak para dosen dan mahasiswa terus me-lakukan penelitian bidang kimia. Se-lanjutnya, produk kimia yang ditemukan diimplimentasikan secara langsung, baik melalui industri atau langsung kepada masyarakat.
Ia mencontohkan, hasil penelitian minyak jelantah yang dapat diubah menjadi biodiesel, sangat bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi harga BBM kini akan mengalami kenaikan. “Minyak jelantah bisa diubah untuk ba-han bakar mesin disel. Minyak jelantah bisa didapatkan di restoran, rumah makan, dan rumah tangga yang tidak lagi dipakai kemudian diolah lagi,” jelas Hartono.
Dosen Pendidikan Kimia UNY Lilia-sari mengatakan, tren penelitian pen-didikan kimia di Indonesia sudah baik. Terbukti, banyak hasil penelitian kimia yang dimuat di jurnal internasional Journal of Chemical Education. Selama ini, hasil penelitian lebih banyak menge-nai pembelajaran, konsep dan peruba-han konsepsi guru dan siswa. Ke mudian sistem pengajaran kimia, konsep pembelajaran dalam konteks kelas dan karakteristik siswa. (mar/laz/ong)