ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
ANTUSIAS: Pelari dari luar negeri berusaha memenangkan lomba lari Borobudur International 10K, kemarin (16/11).
AGENDA Borobudur 10K secara umum berjalan baik. Namun, ada pelari yang diketahui menerobos dan tidak melalui jalur yang ditentukan. Mereka yang menerobos tidak dilakukan pelari elit. Tetapi pelari kategori pelajar. Selain diwarnai menerobos jalur, ada juga pelari yang pingsan saat ikut acara tersebut.
“Meski ada, tetapi sedikit. Karena tim kesehatan selalu siap di pinggir jalan. Untuk yang pingsan sekitar 10 peserta saja,” kata Sekretaris Umum PASI Kabupaten Magelang Priatmadi, kemarin (16/11).Untuk pelaksanaan tahun ini, selain rute yang berbeda karena permintaan Gubernur Jateng, para pelari juga dipungut biaya pendaftaran
Panitia merasa, persiapan uang yang ada tidak mencu-kupi untuk menggelar jalannya Borobudur 10K. Secara keseluru-han, anggaran acara menelan Rp 5,7 miliar.
Biaya peserta umum sebesar Rp 50 ribu dan pelajar di Kabu-paten Magelang Rp 10 ribu. Biaya paling besar adalah alokasi penye-lenggaraan acara. Seperti tim juri, keamanan, properti, logistik, dan lain-lain. Biaya penyeleng-garaaan mencapai Rp 4 miliar. Sementara anggaran pembuatan rute lari mencapai Rp 75 juta. Biaya untuk hadiah total men-capai Rp 1 miliar, di mana ter-bagi dalam lima kelas.
“Iuran peserta tidak cukup ka-rena menelan biaya sekitar Rp 5,7 miliar. Sponsor sebelumnya telah mengundurkan diri. Donatur sen-diri sudah mengeluarkan banyak uang,” katanya. (ady/hes/ong)