ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
PANAS BANGET: Peserta disediakan bantuan air minum oleh panitia. Dalam Lomba Borobudur International 10K, ada 10 peserta yang pingsan.

Di Kelas Putra dan Putri, Semuanya Raih Juara Pertama

MUNGKID – Atlet lari international dari Kenya kembali menjadi pelari tercepat dalam lomba lari Borobudur International 10K, kemarin (16/11). Mereka sebelumnya pernah mendominasi dalam lomba lari Borobudur International 10K 2013.Tahun ini, para pelari internasional cukup banyak
Sebanyak 13.800 pelari dunia dan nasional ikut dalam Boro-budur International 10K 2014 yang rutenya mengelilingi Can-di Borobudur.Pemenang atau yang menjadi juara international kelas putra adalah Kenedy Lilan (Kenya) dengan waktu tempuh 29 menit 35 detik. Ia disusul Joseph Mwangi Ngare, juga dari Kenya dengan catatan waktu 29 menit 38 detik. Tempat ketiga juga dari Kenya, yaitu Yulias Brotit S yang (29 menit 47 detik).
Tempat ke empat, adalah Silas Muturi, juga dari Kenya dengan catatan waktu 30 menit 52 detik, dan Keita Matsumoto dari Jepang dengan 36 menit 03 detik.Hal sama juga terjadi di kelas putri internasional. Peraih juara pertama diraih Peninah Kihen dari Kenya dengan catatan waktu 36 menit 12 detik. Disusul Lazeen Rahman dari Indonesia dengan 57 menit 58 detik, dan Miki Yoko-hama (Indonesia) dengan catatan waktu 1 jam 03 menit 53 detik.
Tempat keempat dimenangkan pelari dari Jerman, Lisa Christel dengan catatan waktu 1 jam 05 menit 40 detik, dan di belakangnya Cindy Paladino dari Amerika Se-rikat (1 jam 11 menit 44 detik).Juara nasional putra dipegang Agus Prayogo (Jabar) dengan waktu 31 menit 45 detik, disusul M. Ridwan(NTB) dengan wak-tu 32 menit 23 detik. Tempat ketiga dan keempat, masing-masing dimenangkan Ranto (Magelang) dengan waktu 32 menit 29 detik, dan Nicholas dari Bali (33 menit 47 detik).Juara nasional putri, secara berurutan Yulia Ningsih (PASI Jatim) dengan waktu 37 menit 08 detik, Rini Budiarti (DKI Jakarta) dengan catatan 37 menit 44 detik, Afriana Paijo (NTT) 39 menit 35 detik, Olivia, juga dari NTT dengan waktu 40 menit 16 detik, dan Ambar Winarsih dengan waktu 41 menit 17 detik.
Adapun juara umum putra ter-catat sebagai pelari tercepat adalah Kamid (Dinas Jasad) dengan waktu 33 menit 49 detik. Ia disusul Oktavianus (Yonif 411 Kostrad) 34 menit 29 detik, Noce Matital (Cepu) 34 menit 30 detik, dan disusul Ari Suwand (Cepu) 34 menit 41 detik, Sukarna ( Semarang) 34 menit 43 detik.
Juara umum putri dimenangkan Septiana Dita dari Cepu dengan waktu 39 menit 32 detik. Di be-lakangnya, berturut-turut, Yanita Sari (Magelang) dengan 40 me-nit 37 detik, Anjhani (Jepara) 41 menit 44 detik, Inarotul Carifah (Magelang) 42 menit 10 detik, dan Nurul Fitriani dari Salatiga dengan waktu 42 menit 53 detik.Khusus tiga besar, Juara Mas-ter Putra (40 Tahun ke Atas) diraih Osias (Bali) dengan wak-tu 36 menit 34 detik, Kholil ( Sukabumi) 37 menit 13 detik, dan Midianto (Probolinggo) 38 menit 44 detik.
Tiga besar Juara Master Putri (40 Tahun ke Atas) diraih Dar-wati (Malang) 41 menit 23 de-tik, Sumah (Lumajang) 44 menit 05 detik, dan Helda Napitupulu dari Jakarta (45 menit 56 detik).
Juara pertama kategori elite internasional membawa pulang hadiah US 70 ribu dolar. Semen-tara untuk atlet nasional menda-patkan hadiah Rp 45 juta. Hadiah diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Magelang Zaenal Arifin usai acara.
Kenedy Lilan pelari asal Kenya mengaku senang berhasil men-juarai Borobudur 10K tahun ini. Terlebih pada tahun lalu, ia gagal memenangkan lomba yang sama. “Saya senang sekali,” ungkap Kenedy, kemarin (16/11).Joseph Mwangi, juara dua elite internasional juga merasa-kan hal serupa. Ia berhasil mem-perbaiki prestasi di Borobudur 10K tahun sebelumnya.
“Senang, karena tahun lalu juara tiga. Sekarang naik men-jadi juara dua,” paparnya.Tahun lalu, rute Borobudur 10K banyak dikeluhkan karena banyak tanjakan dan belokan. Tahun ini mereka menilai ber-beda. Rute baru ini dianggap lebih baik dan menyenangkan. “Rutenya bagus, tidak ada ma-salah,” imbuh Joseph.Ketua Panitia Borobudur 10K Budi Cahyadi mengatakan, jumlah pelari tercatat berjumlah 15.648. Peserta dari 15 negara. Dibanding-kan tahun lalu, jumlah pesertanya meningkat. Hanya elite interna-sional putri yang keikutsertaanya mengalami penurunan.
“Rute baru tahun ini menda-patkan lisensi dari federasi atle-tik internasional (IAF) untuk lima tahun ke depan. Sudah diserti-fikasi kelayakannya,” tegasnya
Panitia sendiri menyiapkan rute mulai dari Taman Lumbini Kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur dan finish di tempat yang sama. Para pelari start dari Taman Lumbini (0 km) ke Kandang Gajah (km 1) – Pintu 8 TWCB – Hotel Lotus 1 (km 2) – pertigaan Polpar – Terminal Borobudur (km 3) – Perempatan Koramil Borobudur (km 4) – Pe-rempatan Kujon (km 5) menu-ju Desa Bumisegoro (km 6).
Kemudian, rute yang harus ditempuh para pelari adalah menuju Dusun Gopalan, Boro-budur (km 7) – Perempatan Ngaran Kidul (km 8) – pintu 7 TWCB – Depan Hotel Mano-hara (km 9), dan finish di Depan Musium Borobudur Komplek TWCB (km 10). (ady/hes/ong)