PURWOREJO – Gerakan Pramuka Kwarcab Lampung Timur berkunjung ke Kwarcab Purworejo, belum lama ini. Rombongan yang berjumlah 40 orang itu diterima Staf Ahli Bupati Ahmad Kasinu di Sanggar Bakti Pramuka.Selain itu, hadir pula Ketua Kwarcab Purworejo Drs Bambang Aryawan MM, Waka Binamuda Soekoso DM SPd, Waka Binamuda Dra Titik Mintarsih MPd, Waka Pusdiklatcab Drs Muh Wuryanto MM, serta sejumlah pengurus Kwarcab Kabupaten Purworejo.
Waka Pusdiklatcab Lampung Timur Tumin MPd menjelaskan, merkea berkunjung ke Purworejo lantaran tertarik dengan Kwarcab Purworejo atas keberhasilannya mencanangkan sebagai Kabupaten Pramuka. “Bahkan terbentuk juga Kampung Pramuka. Tentu untuk mewujudkan Kabupaten Pramuka dan Kampung Pramuka membutuhkan dukungan dan proses. Kami ingin belajar seperti apa,” paparnya.Ditambahkan Tumin, ia juga ingin tahu Perda sebagai tindaklanjut seperti apa termasuk Perbub, kalau ada. Sehingga Purworejo bisa berhasil mema-syarakatkan Pramuka.
“Kabupaten Lampung Timur baru berusia 15 tahun. Setelah memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Tengah. Kami harus terang banyak belajar. Termasuk tentang kepramukaan, kami ingin ngangsu kawruh, supaya nantinya di daerah kami bisa menjalankan Pramuka seperti di Purworejo,” imbuhnya.Kasinu menjelaskan, Purworejo memiliki 16 kecamatan dan 494 desa/kelurahan. Sebagai wilayah agraris,sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani.
Yang dikagumi dari Purworejo, ungkap Kasinu, memiliki banyak tokoh sejarah nasional. Di antaranya Jenderal A Yani, Jenderal Oerip Soemoharjoharjo, WR Supratman, dan banyak tokoh lainnya.Waka Binamuda Soekoso SPd memaparkan, nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip dasar gerakan Pramuka menjadi filter globalisasi. Serupa perisai bagi pengaruh budaya asing yang negatif. Pramukan sangat pantas dipahami, diresapi, dan diterapkan. Untuk menjadi Kabupaten Pramuka melalui proses panjang. Ini diawali musyawarah Tim 9. (tom/hes/ong)