Yayasan Tahija Terbangkan Nyamuk Ber-Wolbhacia di Dua Pedukuhan

BANTUL – Guna meminimalisasi populasi nyamuk aedes aegypti, Yayasan Tahija bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) berencana melepas nyamuk ber-wolbachia pada awal Desember mendatang. Tetapi dalam rencana ini, baru dua pedukuhan di kecamatan Banguntapan yang akan menjadi target pelepasan nyamuk ini. “Nanti pada akhir November simulasi terlebih dahulu,” terang Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinkes Bantul Pramudi kemarin (16/11).
Dua pedukuhan yang menjadi sasaran pelepasan nyamuk ber-wolbhacia adalah Pedukuhan Singosaren, Kelurahan Singosaren dan Pedukuhan Jomblangan, Banguntapan. Dua pedukuhan ini sengaja dipilih karena meru-pakan endemis penyakit demam berdarah (DBD).Pramudi menerangkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait rencana simulasi dan pelepasan nyamuk ini. Hasilnya, secara umum masyarakat setempat sepakat dengan rencana tersebut. “Kalau pun ada yang menolak hanya satu dua orang,” ujarnya.
Perlu diketahui, nyamuk ber-wolchabia adalah hasil penelitian UGM melalui Eliminate Dengue Project (EDP). Nyamuk ini dapat menanggulangi DBD. Itu karena bakteri wolbhacia menyebabkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti tidak dapat ber-kembang. Praktiknya, peneliti menyuntikkan terlebih dahulu bakteri wolbhacia ke tubuh nyamuk, kemudian melepasnya. Harapan-nya, nyamuk tersebut melakukan perkawinan dengan nyamuk jenis aedes aegypti. “Kemudian meng-hasilkan generasi baru berupa nyamuk ber-wolbhacia,” ungkapnya.
Menurutnya, wolbhacia adalah sejenis bakteri alamiah yang dapat ditemukan pada serangga seperti kupu-kupu, capung maupun lalat. Adapun dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti tidak terdapat bakteri ini sehingga dapat me-nularkan DBD.Peneliti Sosial Tahija Bekti Dwi Andari mengklaim masyarakat pedukuhan Singosaren dan Jom-blangan mendukung upaya pe-lepasan nyamuk ber-wolbhacia. “Di Sleman hasilnya positif. Tetapi tetap akan dipantau hingga 2016 mendatang,” tambahnya.
Akhir bulan ini, Yayasan Tahija dan Dinkes hanya menerbangkan beberapa ekor nyamuk. “Pengecekan lapangan masih kami lakukan,” paparnya. (zam/din/ong)