GUNAWAN/RADAR JOGJA
ANGGUN: Salah satu peserta Batik Carnival berjalan di hadapan penonton memamerkan kain batik kreasi yang dikenakan, Sabtu (15/11).
Batik Carnival akan Digelar Rutin
WONOSARI – Upaya untuk memo-pulerkan kain batik terus dilakukan. Termasuk di Gunungkidul. Sabtu (15/11) Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menggelar Festival Batik Carnival. Acara ini melibatkan siswa-siswa dari sejumlah sekolah.Menurut Kepala Disdikpora Gunung-kidul, Sudodo, konsep festival tahun ini berbeda. Panitia membebaskan peserta untuk berkreasi dengan kain batik. “Ini bertujuan untuk menum-buhkan kreatifitas para pelajar dalam menggunakan kain batik,” kata Sudodo disela-sela karnaval.
Pelaksanaan festival ini melibatkan 15 sekolah. Ke depan, dinas akan men-jadikan acara ini sebagai agenda rutin dan melibatkan lebih banyak peserta. “Harapan kami, ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengembang-kan kreativitas,” terangnya.Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengapresiasi kegiatan mempoluperkan batik dengan cara jalan kaki. Dia berharap kegiatan ini menjadi ajang promosi dan pengenalan batik kepada masyarakat. “Kalau di-gelar rutin akan lebih baik,” pintanya.
Festival ini dilakukan dengan cara pawai keliling Kota Wonosari. Start dimulai dari Alun-Alun Wonosari, melintasi Jalan Soegiyo Pranoto, Jalan Sumarwi, Jalan Ksatrian. Ratusan peserta memamerkan karya kreasi mereka dengan material batik.Masyarakat menyambut antusias pergelaran ini. Mereka menyemut di pinggir jalan dan tidak beranjak sampai acara usai.
“Tidak hanya sembarang batik, ada kreasinya. Apalagi melibatkan gene-rasi anak muda. Acung jempol buat panitia,” ucap Yanti Sugiastuti salah seorang penonton usai berpose dengan salah satu peserta karnaval. (gun/din/ong)