RADAR JOGJA FILE
SUPER ELJA: Para pemain PSS Sleman memrotes keputusan wait saat mereka dijamu PSIS Semarang di Stadion Jatidir Semarang (4/10 ) lalu. Kedua tim kembali bertemu di Stadion Sasana Krida (26/10) dan dikenal sebagai sepak bola gajah.

Jika Keanggotaan di PSSI Dibekukan

SLEMAN – Sesepuh sepak bo-la Sleman yang juga mantan Bupati Sleman Ibnu Subiyanto akhirnya angkat bicara soal sanksi diskualifikasi yang menim-pa PSS Sleman. Sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI ini meru-pakan buntut dari skandal sepak bola gajah pada laga melawan PSIS Semarang pada laga terakhir babak delapan Besar Divisi Utama 2014 Grup N Minggu (26/10) lalu.PSS terancam mendapatkan sanksi tambahan. Selain untuk personal, kabarnya Komdis akan memberikan rekomendasi ke-pada Kongres Tahunan PSSI un-tuk mengeluarkan PSS dan PSIS dari keanggortaan PSSI. PSSI mengklaim hal ini merupakan petunjuk dari badan tertinggi sepak bola dunia FIFA. Hukuman-hukuman tersebut sudah tertuang dalam 30 poin sanksi pada PSS dan PSIS. Poin tersebut kabarnya baru akan di-publikasikan hari ini.
Menurut Ibnu, jika pada akhir-nya PSS benar-benar dikeluarkan dari PSSI, warga Sleman tidak perlu khawatir. Sebab nantinya, dia akan mengumpulkan 80 klub anggota PSSI Kabupaten Sleman sebagai pemilik asli PSS guna membahas pembentukan tim PSS yang baru.
“PSS ini kan bukan milik PT Putra Sleman Sembada (PT PSSS), se-hingga berhak kalau pemilik asli membentuk tim PSS. Pemilik asli PSS ini kan tim-tim amatir yang saat ni bernaung sebagai anggota PSSI Kabupaten Sleman,” te-rangnya.
Tapi menu-rut Ibnu, ku-rang fair jika nantinya PSS malah di-keluarkan dari kenaggotaan PSSI. Sebab, pihak yang paling bersalah bukan klub, melainkan orang yang menyuruh para pemain untuk melakukan gol bunuh diri.Menurut Ibnu seharusnya aktor intelektual inilah yang mendapat hukuman paling berat. Ia pun sangat yakin kalau orang yang menyuruh berada dari internal PT PSS, tidak mungkin dari luar. Untuk itu, dia berharap manaje-men yang memang bersalah dengan besar hati mengundurkan diri dari PSS.
“Yang menyuruh itu pasti bera-sal dari internal manajemen, tidak mungkin dari luar. Mereka inilah yang harusnya dihukum berat. Dan saya berharap yang bersalah ini seharusnya mengundurkan diri dari PSS,” tegasnya.Menurut Ibnu sangat konyol jika dugaan di-backing-nya Pu-samania Borneo FC oleh mafia tidak bisa dijadikan alasan.Ia pun menyatakan Komdis PSSI juga tidak perlu menginvestigasi dugaan skenario untuk meloloskan Borneo FC ke Indonesian Super League (ISL) tahun depan.
“Seharusnya PSS tidak perlu per-caya dengan isu-isu seperti itu. Lagipula seberat apapun lawan ya harus diladeni. Saya rasa Komdis juga tidak perlu lah menginvesti-gasi Borneo FC, sebab kenyataaan-nya yang benar-benar salah adalah PSS dan PSIS,” ungkapnya.Sayangnya pernyataan Ibnu ini belum bisa ditanggapi Direktur PT PSS Supardjiono. Ia lebih memilih menunggu diumumkan-nya 30 poin sanksi yang sudah disusun oleh Komdis PSSI. “Saya belum menanggapinya dulu. Nanti saja kalau keputusan len-gkap Komdis sudah diumumkan,” ucapnya. (nes/din/ong)