SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
DEMI LINGKUNGAN: Kepala BLH DIJ Joko Wuryantoro menanam pohon langka pada puncak Peringatan HCPSN tingkat DIJ 2014 di Rest Area Hutan Bunder, Playen, Gunungkidul, kemarin. Foto kanan, dilepas juga satwa ular dan burung.
GUNUNGKIDUL – Pembangunan memang harus berkelanjutan. Namun demikian tidak dengan cara mengeksploitasi alam tanpa me-mikirkan dampak buruk bagi lingkungan. Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX mengatakan hal ini pada puncak Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tingkat DIJ 2014 di Rest Area Hutan Bunder, Playen, kemarin
Dalam sambutannya yang di-bacakan Asisten Perekonomian Pembangunan Setprov DIJ Didik Purwadi, Wagub lebih lanjut mengatakan berkaitan dengan penyelamatan lingkungan, pe-merintah siap memfasilitasi. Wagub juga mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama meng-gencarkan gerakan penyelama-tan satwa dan tumbuhan lokal. “Indonesia merupakan ne-gara maritim di mana memiliki kekuatan sebagai sumber keta-hanan pangan. Pembangunan itu harus berkelanjutan dengan tidak mengeksploitasi, namun tetap menjaga lingkungan,” ujar Wagub. Turut hadir dalam aca-ra ini, GBPH Prabukusumo, Wabup Gunungkidul Immawan Wahyudi dan unsur muspida.
Sementara itu Wabup Gunung-kidul Immawan Wahyudi men-gusulkan kepada Badan Ling-kungan Hidup (BLH) DIJ untuk merintis adanya perda larangan berburu satwa, karena itu mer-upakan wilayahnya provinsi. Namun demikian, jika nanti menjadi kewenangan kabupaten, pihaknya juga akan mengusul-kan untuk dibuat perda larang-an berburu satwa. “Binatang langka tidak boleh diburu,” kata Immawan menyikapi maraknya perburuan satwa
Kepala BLH DIJ Joko Wuryan-toro dalam kesempatan ini me-nyerahkan 275 batang pohon cemara udang. Tak hanya itu, empat pohon langka ditanam di sekitar rest area. Pohon lang-ka itu adalah pronojiwo, timoho, wuni, dan pucung atau kluwuk. “Sedangkan satwa yang dilepas adalah ular dan empat jenis bu-rung pleci, trotoan, kutilang serta emprit,” kata Joko.Puncak HCPSN di Gunungkidul disambut hangat masyarakat, ter-lebih dimeriahkan dengan lomba ocehan burung. Untuk generasi penerus, sejumlah pelajar mengik-uti kegiatan cerdas cermat, meng-gambar dan masih banyak lagi.Untuk diketahui, HCPSN ting-kat DIJ ini merupakan kerja sama BLH DIJ dengan Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa KHLH, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Kapedal) Gunungkidul, dan Kota Padi Plona Lereng Merapi Sleman. (gun/laz/ong)