GUNTUR AGA TIRTA/RADAR JOGJA
TIDAK TERTIB: Salah seorang pengunjung kawasan Malioboro menyeberang jalan tidak pada tempatnya, pada hal zebra cross hanya berada di sebelahnya.
JOGJA – Kesadaran masyara-kat pengunjung Malioboro untuk menyeberang jalan pada tempatnya, masih rendah. Pada umumnya, masya rakat asal menyeberang, pada hal di sepanjang Maliboro sudah di-tempatkan empat pelican cros-sing dan 18 zebra cross. Kepala UPT Malioboro Sya-rif Teguh mengatakan, di ka-wasan Malioboro sudah dipa-sang rambu dan alat penyebe-rangan untuk membantu para penyeberang jalan
“Kami sudah melengkapi ka-wasan Malioboro dengan rambu dan alat bantu meny-eberang jalan. Sekarang tinggal kesadaran pengunjung Malio-boro untuk menyeberang jalan yang aman,” ujar Syarif. Ditegaskan, saat ini di kawa-san Malioboro terdapat empat unit pelican crossing atau alat yang membantu penyeberang jalan dengan memencet tom-bol. Pelican crossing tersebut akan memberi tanda isyarat bagi pengendara untuk mem-beri kesempatan bagi penye-berang jalan.
Selain itu, di sepanjang jalan Malioboro juga terdapat 18 zebra cross. “Memang masih disatangkan, rambu dan peli-can crossing yang sudah dipa-sang tersebut kurang diman-faatkan para penyeberang jalan,” ungkapnya.
Pengunjung Malioboro lebih suka menyeberang jalan se-enaknya, yakni di dekat lokasi yang akan ditujunya. “Biasanya setelah keluar dari toko, langs-ung nyeberang, padahal loka-sinya juga dekat zebra cross,” tandas Syarif.
Untuk itu UPT Malioboro ber-sama Dinas Pehubungan (Dis-hub) Kota Jogja sedang meran-cang metode lain untuk jalan Malioboro ini. “Selama ini be-berapa toko sudah membantu dengan menyediakan satpam yang membantu menyeberang-kan masyarakat. Nanti juga akan dipertimbangkan, apakah dengan menempatkan petugas,” jelasnya. (pra/jko/ong)