Polisi Bentuk Tim Investigasi

JOGJA – Polresta Jogja dibantu Polda DIJ membentuk tim investi-gasi untuk memburu pelaku penganiayaan terhadap anggota Brimob Polda DIJ, Brigadir Toni Narwoko
Kepolisian sedianya telah mengantongi sejumlah identitas pelaku penganiayaan yang juga diduga merampas senjata jenis revolver milik korban. Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso mengatakan, pembentukan tim investigasi itu untuk melakukan penyelidikan dan memastikan apakah saat terjadi penganiayaan, korban membawa senjata api. Sejauh ini, dugaan itu masih dalam ra-nah penyelidikan tim investi-gasi Polresta Jogja dibantu Polda DIJ.
“Kami terjunkan tim investi-gasi dibantu Polda DIJ. Seba-gian identitas pelaku telah di-kantongi dan kini masih dalam pengejaran. Ada sekitar enam sampai tujuh pelaku,” kata Sla-met, kemarin (17/11).
Saat disinggung mengenai per-kembangan penyelidikan atas kasus ini, Slamet belum bisa berkomentar lebih jauh. Ter-masuk dari kelompok mana pelaku penganiayaan terhadap korban yang menurut infor-masi tengah bertugas melakukan identifikasi terhadap pelaku ke-jahatan di wilayah hukum Pol-resta Jogja.
Selain itu, Slamet juga belum memaparkan lebih mendalam tentang motif kejadian itu. Ter-masuk kabar yang beredar jika saat kejadian pelaku sempat merampas senjata jenis revolver yang dibawa korban. Pihaknya akan menjelaskan lebih jauh saat tim investigasi sudah cukup mengumpulkan keterangan di lapangan.
“Saat ini korban masih dirawat dan belum bisa dimintai kete-rangan. Korban membawa sen-jata api saat kejadian? Itu juga masih dicek kebenarannya,” ujarnya. Seperti diberitakan kemarin, anggota Brimob Polda DIJ Bri-gadir Toni Narwoko dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pasar Kembang (Sarkem) Sosrowijayan, Gedong-tengen, Jogja, Minggu (16/11) dini hari.
Saat itu korban mendatangi kawasan Sarkem untuk kepen-tingan penyelidikan seseorang yang diduga melakukan tindak kriminalitas di wilayah hukum Polresta Jogja. Saat itu korban berada di depan pintu masuk sisi selatan. Korban kemudian didatangi sekelompok pelaku. Tak ada kompromi, korban lalu dikeroyok menggunakan tangan kosong dan senjata tajam. Kalah jumlah, korban pun tak bisa melawan. Ia menderita luka tusukan dan sayatan di ba-gian tangan kanan, pinggang, paha, serta memar di bagian wajahnya.
Informasi yang beredar, sen-jata api revolver milik korban diduga berhasil dirampas oleh pelaku. Korban kemudian di-bawa ke RS Bhayangkara Polda DIJ untuk mendapatkan pera-watan intensif. (fid/laz/ong)