MANSEC FOR RADAR JOGJA
PANTAU: Perdagangan saham bisa dipantau melalui online. Terlihat Ridwan Pranata (menunjuk) memperlihatkan pergerakan saham yang terjadi.

Mansec Fokuskan Edukasi Masyarakat

JOGJA – Berinvestasi di pasar modal, selalu identik dengan perjudian. Padahal, pendapat itu salah besar. Untuk berin-vestasi melalui sekuritas, seorang in-vestor wajib mengenal fortopolio pe-rusahaan yang akan dibidiknya. “Investor memerlukan pengetahuan cukup dan memiliki strategi agar selamat dalam berinvestasi,” kata Head of Equi-ty Research and Strategis PT Mandiri Securitas (Mansec) John Daniel Rach-mat saat peresmian kantor cabang Mansec Jogjakarta, kemarin (17/11).John meneruskan, seorang akan selamat berinvestasi di perdagangan saham dengan mengikuti kiat yang ada. Di antaranya, menghindari pasar yang tengah crash. Biasanya, kejadian crash muncul saat ada pergolakan ekonomi dan politik.
Ia mengingatkan investor untuk tidak bermain dengan saham yang sering ‘digoreng’. Karena rentan salah pilih alias rugi. “Kecuali mereka yang mahir dan ahli. Tetapi, semua pasti tidak me-rekomendasikan untuk itu,” tegasnya.Pria yang masuk dalam top ten analis yang diakui tingkat Asia ini mengingat-kan, untuk aman berinverstasi, calon investor wajib memilih saham yang memiliki likuiditas bagus. Ia merekomen-dasikan tiga sektor, yaitu infrastruktur, perbankan, serta minyak dan gas.”Soal perusahaan yang mana, inves-tor wajib mencermati benar-benar agar tidak salah langkah,” katanya meng-ingatkan.
Head of Equity Capital Market Retail PT Mandiri Securitas (Mansec) Ridwan Pranata mengatakan, cabang baru di Jogjakarta sudah dikenalkan sejak akhir 2013. Hanya, launching-nya dilakukan Senin kemarin (17/11). Diakui Ridwan, masyarakat Jogjakarta bukan tipe risk taker (pengambil resiko), tetapi lebih memilih faktor keamanan dan kenyamanan. Karena itu, pilihan berinvestasi saham bu-kan pilihan utama.
“Lebih memilih untuk mena-bung atau mendepositokan uangnya,” katanya.Karena itu, kehadiran Mansec lebih pada edukasi pasar. Sebe-lum meraih target market yang lebih besar. Saat ini, nasabah Mansec di Jogjakarta baru 700 orang, di mana transaksi harian Rp 1,5 miliar. “Masih kalah dengan Solo dan Semarang. Karena itu, kami ha-dir dengan menggandeng Bank Mandiri melalui program retail refferal brokeage atau RRB di 234 kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia,” katanya.
Dengan begitu, pada akhir tahun ini, jumlah nasabah Mansec Jog-jakarta diharapkan mencapai angka 2.000 orang. Angka itu tidaklah berlebihan, mengingat edukasi yang terus dilakukan. Untuk skala nasional, Mansec memiliki lebih dari 35 ribu na-sabah. Nilai transaksi saham yang diperdagangkan sebesar Rp 110,73 triliun hingga Oktober 2014. Ni-lai tersebut menempatkan Man-sec sebagai broker lokal teraktif di pasar saham Indonesia dengan pangsa pasar 4,5 persen.
“Akhir tahun ini, kami targetkan lebih dari 70 ribu nasabah, dan akhir 2015 mencapai 100 ribu nasabah,” katanya. (hes/ong)