Pertamina akan Pasok 46 Ribu

JOGJA – Kelangkaan keterse-diaan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah, diakui Perta-mina disebabkan permintaan yang semakin tinggi memasuki perubahan cuaca. Guna meng-atasi persoalan tersebut, Perta-mina berencana menambah pasokan elpiji ukuran 3 kilogram di masyarakat.
Manajer Pemasaran Perta-mina Wilayah DIJ dan Sura-karta Fredy Anwar mengatakan berdasarkan hasil cek lapangan, pasokan elpiji ukuran 3 kilogram akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami akan menambah 46.000 tabung. Dalam waktu dekat akan kami salurkan,” terang Fredy kepada Radar Jogja, Senin (17/11).
Menurutnya peningkatan ke-butuhan saat ini lebih disebab-kan karena musim penghujan. Padahal sebelumnya, pasokan elpiji dari Pertamina cukup lan-car dan tidak ada pengurangan. Seperti diketahui, sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dirasakan warga selama sepekan ini. Berdasarkan pantauan, kesu-litan mendapatkan gas melon di kawasan Godean dan Gamping. Stok elpiji 3 kilogram di sejum-lah pengecer dan toko modern yang biasa menyediakan sampai dengan Senin kemarin (17/11) mengalami kekosongan.
“Sudah seminggu belum ada pasokan,” kata Sunaryo, salah satu pengecer gas elpiji 3 kilogram yang berjualan di Jalan Godean.Sementara itu, pemilik pang-kalan gas elpiji di Gamping Wa-hyu mengungkapkan ada pengu-rangan alokasi dari bulan sebe-lumnya. Sedangkan jumlah permintaan, lebih banyak dan tak sebanding dengan stok yang tersedia. “Per minggu kami di-alokasikan 460 gas. Tak sampai dua hari stok langsung habis,” terang Wahyu.Terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIJ Siswanto menegaskan kelang-kaan gas 3 kilogram akibat fak-tor perubahan cuaca. Faktor perubahan cuaca ini yang me-nyebabkan peningkatan per-mintaan.
“Di beberapa daerah masih ada warga yang menggunakan bahan bakar kayu. Nah, pada musim hujan ini mereka beralih ke elpiji. Maka tak heran terjadi peningkatan,” terangnya.Disinggung adanya migrasi dari gas ukuran 12 kilogram ke elpiji 3 kilogram sehingga ter-jadi lonjakatan permintaan terhadap gas melon, Siswanto mengatakan hal tersebut tidak menutup kemungkinan. Me-nurutnya, migrasi ke elpiji uku-ran 3 kilogram ini memberikan dampak signifikan terhadap permintaan.
Hiswana Migas DIJ sendiri saat ini tengah mengusahakan tam-bahan pasokan50 persen dari Pertamina. Sedangkan per ming-gu, Pertamina memasok87 ribu elpiji untuk kemudian disalurkan lagi ke 43 agen yang ada di DIJ. Dengan adanya tambahan pa-sokan, diharapkan persoalan ketersedian gas melon di pasaran bisa diatasi. “Semoga ada respon baik dari Pertamina dan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” te-rangnya. (bhn/ila/ong)