Internal DPRD Kota Mulai Ada Kesepakatan

JOGJA – Kebuntuan di internal DPRD Kota Jogja selama tiga bu-lan belakangan ini, mulai mene-mukan titik terang. Kedua kubu di DPRD Kota Jogja akhirnya memiliki kesamaan pandangan terkait pembahasan APBD 2015. Penetapan komposisi Badan Ang-garan (Banggar) dan Badan Mu-syawarah (Bamus) menjadi prio-ritas yang akan dijalankan para anggota dewan.
Wakil Ketua Fraksi PKS Kota Jogja Bambang Anjar mengatakan, dengan adanya kesepahaman para anggota dewan tersebut, maka untuk pembentukan alat kelengkapan (Alkap) dikesamping-kan dulu. Sedangkan untuk me-netapkan komposisi Banggar dan Bamus diprioritaskan, sehingga fungsi budgeting anggota DPRD Kota Jogja bisa segera dilakukan.
“Banggar dan Bamus ini pim-pinanya sudah ada, karena mer-upakan ex oficio (otomatis) dari pimpinan dewan,” uajr Bambang, kemarin (17/11).
Bambang mengaku solusi ter-sebut sudah dikomunikasikan dengan semua fraksi yang terga-bung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Seperti Fraksi PAN, Gerindra, Golkar dan PPP. Men-urut dia, dari komunikasi dengan KMP, sudah bisa menerima opsi yang ditawarkan.
Sebenarnya, lanjut Bambang, opsi tersebut pernah diutarakan sebelumnya, tapi Wakil Ketua DPRD Kota Jogja M Ali Fahmi menolak. “Dari hasil komuni-kasi, sekarang mas Fahmi sudah bisa menerima,” terangnya.
Karena itu, secepatnya para ang-gota dewan akan kembali duduk bersama merumuskan langkah yang akan dilakukan. Pembahasan APBD 2015 ini ditargetkan bisa selesai 28 November 2014.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jogja Sujanarko menyambut baik opsi yang ditawarkan dari KMP tersebut. Opsi itu, juga sudah pernah disampaikan Fraksi PDIP. Dirinya juga tidak mempersoalkan jika kesepakatan opsi tersebut baru terjadi saat ini. Namun Koko berharap, kese-pakatan merupakan bentuk pertanggungjawaban anggota dewan kepada rakyat. “Bukan karena takut tidak gajian,” katanya. (pra/jko/ong)