Bangunan Senilai Rp 2,7 M Mangkrak

SLEMAN- Warga Purwobinangun, Pakem mengeluhkan keberadaan Embung Kemiri yang dinilai tidak berfungsi maksimal. Bahkan, embung yang dibangun pemerintah pada 2006 senilai Rp 2,7 miliar tersebut cenderung tidak terawat. Kondisi embung juga memrihatinkan. Dinding-dinding embung ditumbuhi lumut. Cekungan sisi timur surut airnya dan berubah menjadi ladang rumput dan ilalang. “Fungsinya tidak seperti harapan masyarakat. Tetapi malah mengganggu keperluan pertanian,” tutur Hartono, salah seorang warga setempat kemarin (17/11).
Seperti embung-embung lain yang dibangun Pemkab Sleman, Embung Kemiri semula diproyeksikan sebagai tempat menampung air hujan dan irigasi. Sekaligus cadangan air bersih bagi warga. Selain itu juga diharapkan menjadi objek wisata dan area konservasi tanaman keras.Hartono mengungkapkan, sebelum ada embung, petani mengairi sawah dengan air yang mengalir di Sungai Kemiri. Nah, embung tersebut mengambil sumber juga dari Sungai Kemiri. Namun, sejak sebagian dinding embung ambrol, saluran irigasi terganggu. Karena itu, warga menuntut pemerintah segera memperbaikinya.
Ketua Kelompok Tani Ngelosari Yulianto mengatakan, sejak embung mengalami kerusakan, air tidak lancar mengalir sampai lahan persawahan. Sebab, air dari embung meresap ke dalam tanah sebelum sampai ke sawah. “Kami berharap embung ini segera diperbaiki,” pintanya. Embung Kemiri dimanfaatkan ratusan petani, khususnya di lima padukuhan, yakni Ngelosari, Kemiri, Candi, Kratuan dan Tawangsari. Selain Kemiri, di Purwobinangun ada dua embung lain, Karanggeneng dan Gatep. Keberadaan Embung Kemiri dinilai paling krusial untuk segera direhabilitasi, agar bisa berfungsi seperti sediakala.
Ketua Komisi C DPRD Sleman Timbul Saptowo mendesak pemerintah segera meninjau keberadaan Embung Kemiri. Politikus PDIP itu meminta instansi terkait melakukan kajian dan mencari masukan dari masyarakat setempat. Sebagai bahan membuat rencana perbaikan atau peme-liharaan bangunan. “Kami akan cek lokasi untuk memastikan kondisi embung,” ungkap Timbul yang menggawangi komisi bidang pembangu-nan itu. (yog/din/rg)