AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
KECEWA BBM NAIK: Peserta aksi dari GMNI saat menyandera truk tangki Pertamina di Jalan Demangan, kemarin.
AKSI penolakan kenaikan harga BBM terus terjadi di beberapa lokasi di Jogjakarta. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Ma-hasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kemarin pagi menyandera truk tangki pengangkut pre-mium milik Pertamina. Penyanderaan tangki bernopol N 9073 UI ini terjadi di depan Pasar Demangan, Jogja. Akibat penyanderaan ini arus lalu lintas dari arah utara macet, terutama dari pertigaan Ko-lombo hingga perempatan Demangan
“Tolong dong, demonya jangan di jalan yang sempit. Lalu lintas jadi macet,” ujar seorang peng-guna sepeda motor saat melintas di tengah penyanderaan truk tangki itu.
Setelah mendapat protes peng-guna jalan, massa pun akhirnya bergerak menuju persimpangan Jalan Demangan dan melepas-kan truk tangki Pertamina. Da-lam penyanderaan ini, truk tangki Pertamina itu sempat disemprot pilox dengan tulisan “Antek Penindas”. “Kami minta pemerintah di bawah Presiden Jokowi mem-batalkan kenaikan harga BBM dan melakukan renegosiasi kon-trak karya migas. Selain itu, berantas mafia migas sesuai janjinya pada saat kampanye pilpres lalu,” ujar koordinator aksi, Taufik
Aksi demo menolak kenaikan harga BBM juga berlangsung di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Jogja. Dalam demo ini, peserta aksi sempat bentrok dengan polisi, karena dipicu massa yang berusaha merusak dan mem-bakar pos polisi. Awalnya, peserta aksi yang terdiri atas GMNI, PMII, HMI MPO, Sekber, LMND, FAM-J, Cakrawala, dan BEM UIN mela-kukan orasi di pertigaan UIN Sunan Kaligaja sekitar pukul 14.00. Saat baru mulai aksi, me-reka langsung menyandera mo-bil box Nopol AB 8577 U. Orasi pun berlangsung selama bebe-rapa menit.
Mobil sandera baru dibebaskan 20 menit kemudian. Hujan deras sempat mengguyur kawasan itu, namun massa tak terpengaruh. Mereka tetap berorasi. Bahkan, beberapa peserta aksi sempat merusak spanduk di pinggiran jalan untuk berteduh. Tak berselang lama, massa melempari pos polisi. Kaca pos polisi (pospol) pecah. Semen-tara peserta lain juga berusaha membakar pos polisi mengguna-kan ban bekas yang terlebih dulu dibakar saat berorasi.
Kejadian ini hampir melukai beberapa petugas kepolisian yang tengah berada di dalam pos. Ba-hkan Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin sempat terbakar ce-lananya sebelah kanan. Kapolres berada di dalam pos polisi untuk memonitor jalannya aksi.
Melihat tindakan anarkitis pe-serta aksi, personel Sabhara pun terpaksa memukul mundur massa. Tembakan gas air mata pun dilontarkan polisi. Water canon polisi perlahan mema-suki jalan menuju gerbang kam-pus UIN. Massa aksi terus me-nyerang menggunakan batu. Insiden ini berlangsung sekitar 30 menit.
Kapolres Sleman kemudian turun tangan untuk meredakan massa aksi yang sudah tersulut emosi. Ia dikawal Kabagops dan Kasat Intel Polres Sleman kemu-dian sempat berunding. Perwa-kilan massa ingin orasi berlanjut, tanpa adanya tindakan represif aparat kepolisian. Mereka juga meminta polisi membebaskan rekan mereka yang sempat dia-mankan. (mar/fid/laz/ong)