SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
MENCARI KEBENARAN: Mas Bekel Sastro Mangundarsono melakukan ritual laku prihatin di Halaman PN Sleman kemarin (18/11). Tetapi, sidang perdana ini urung digelar.
SLEMAN – Persidangan Abdi Dalem Keraton Jogjakarta, Mas Bekel Sastro Mangundarsono yang mengajukan gugatan perdata terhadap Eni Royani yang diduga mengakuisisi sertifikat tanah mi-liknya, gagal digelar di Pengadilan Negeri Sleman kemarin (18/11).Setelah berjam-jam menunggu, sidang perdana ini akhirnya ditunda. Penyebabnya, surat panggilan yang ditujukan terhadap tergugat Eni Royani berbeda dengan alamat yang ditinggalinya.
Datang menggunakan surjan, batik, blangkon, dan keris, Darsono terlebih dulu melakukan ritual “Laku Prihatin” di halaman PN Sleman. Menurutnya, cara itu dilakukan untuk keselamatan dirinya, sekaligus agar kasus yang menimpanya segera tuntas. “Laku prihatin ini agar saya diberi keselamatan, termasuk hakim dan jaksa agar bisa bertindak adil,” kata Darsono.
Darsono juga memajang foto copy beberapa surat yang ditempel di sterofom putih. Surat-surat tersebut antara lain surat sertifikat dari badan pertanahan nasional, surat ukur, dan surat kehilangan dari Polres Sleman
Pria yang berusia 64 tahun ini memanjatkan doa-doa dengan harapan agar persidangan bisa berjalan lancar. Terakhir, Darsono menyebar bunga di sekitar halaman PN Sleman. “Ritual ini saya lakukan agar majelis hakim diberikan jalan terang sehingga dapat memutus dengan seadil-adilnya,” tambahnya. (fid/din/ong)