GUNAWAN/RADAR JOGJA
DIAWASI: Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul Eddy Praptono (kiri) melakukan sidak di proyek bangunan gedung Dinsosnakertrans, kemarin (18/11).

Delapan Proyek Masuk Masa Kritis

WONOSARI – Pemkab Gunungkidul mengancam akan mem-blacklist kontraktor yang tidak bisa menun-taskan proyek pembangunan tepat waktu. Sebagai bentuk keseriusan, Wabup Immawan Wahyudi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi proyek.Dalam kesempatan tersebut Immawan meminta kepada rekanan untuk segera menyelesaikan proyek sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. Ketegasannya itu sebagai bentuk respons atas banyaknya keluhan dari masyarakat mengenaimaterial proyek yang mengganggu dan mem-bahayakan
“Saya minta semuanya segera clear. Kalau hujan, ini tumpukan material bisa membahayakan. Saya akan pantau terus,” kata Immawan saat melakukan peninjauan proyek di Jalan Taman Bhakti, kemarin (18/11).Dia menjelaskan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek fisik akan terus dilakukan karena memang sebelum akhir tahun harus sudah diselesaikan. Jika tidak rampung, pemerintah maupun masyarakat dirugikan. “Untuk itu saya akan memantau proyek-proyek yang disinyalir kritis. Batas akhirnya 25 Desember mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peker-jaan Umum (DPU) Gunungkidul Eddy Praptono menjelaskan saat ini ada delapan proyek pembangunan fisik yang terancam tidak selesai tepat waktu. “Jika tidak bisa menyelesaikan pembangunan sesuai dengan kontrak, rekanan terancam akan masuk blacklist atau dikenai penalti,” kata Eddy.Dia menjelaskan proyek kritis tersebut yakni pembangunan trotoar Jalan Taman Bhakti, Jalan Kstarian, Jalan Jirak dan Jalan Pringgodiningrat. Serta jembatan Sokoliman Karangmojo, jembatan Desa Kampung Ngawen. Juga pembangunan kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan pembangunan kantor badan kepegawaian daerah (BKD)
“Pelaksanaan pembangunan ke delapan proyek baru mencapai sekitar 40 persen. Padahal, sebagian besar batas akhir kontraknya pada awal Desember mendatang,” ujarnya. Dia melanjutkan, khusus untuk pembangunan jembatan Sokoliman hingga saat ini pihak rekanan belum melakukan pengecoran badan jem-batan. Untuk itu, delapan proyek yang masuk dalam kontrak kritis menda-patkan perhatian serius
“Kami terus memantau untuk menge-tahui pelaksanaan sesuai dengan target atau tidak,” ujarnya.Supaya tidak keteteran Eddy me-nyarankan kepada masing-masing rekanan untuk menambah tenaga kerja atau jam operasional agar pembangunan segera selesai. Kembali diingatkan bahwa pengerjaan proyek harus tepat waktu kalau tidak ingin terkena sanksi. “Ada dua pilihan. Bisa diputus kontrak dan masuk blacklist atau meneruskan pembangunandengan catatan menda-patkan penalti,” tegasnya. (gun/ila/ong)