AKSI unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di pertigaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta, ke-marin (19/11) kembali ricuh. Kericuhan an-tara peserta aksi dengan polisi yang kedua kali ini, sempat mendapat perlawanan dari warga terhadap massa demo
Kericuhan terjadi saat massa aksi hendak melakukan long march dari pertigaan UIN Sunan Kali-jaga ke SPBU Janti. Aparat kepo-lisian yang berjaga-jaga mencegah massa agar tidak beranjak dari titik yang mereka sebut sebagai Pertigaan Revolusi ini. Situasi semakin memanas. Peserta aksi terus memaksa ber-jalan ke timur arah SPBU Janti di Jalan Solo. Aparat kepolisian pun tak tinggal diam, mereka tetap menghalau massa aksi. Bentrokan akhirnya tidak ter-hindarkan.
Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin lagi-lagi harus menenang-kan situasi yang memanas. Ia menyerukan aksi yang digelar di pertigaan UIN Sunan Kalijaga diperbolehkan, asalkan tidak melakukan tindakan anarkis. Ter-lebih, mereka juga tetap menda-pat pengawalan kepolisian ter-masuk unit Satuan Lalu Lintas untuk mengatur arus kendaraan
“Kami memfasilitasi teman-teman untuk melakukan demo, menyampaikan aspirasi. Tetapi tidak boleh menuju ke objek vital, salah satunya SPBU,” kata Kapolres kepada peserta aksi.
Bukannya semakin tenang, justeru massa aksi malah melem-pari batu. Bentrokan antara aparat kepolisian dengan mas-sa demo pun tak terhindarkan. Petugas terpaksa menembakkan gas air mata untuk memecahkan konsentrasi massa aksi yang semakin brutal.
Bentrokan berlangsung sekitar 20 menit. Kemudian, situasi mulai kondusif. Perwakilan massa aksi bertemu Kapolres Sleman untuk bernegosiasi. Namun, saat bersamaan ada pemicu terjadinya bentrokan. Aksi lempar batu kembali ter-jadi. Setidaknya ada tiga maha-siswa yang diamankan petugas.
Saat bersamaan, warga yang tampak kesal dengan tindakan anarkistis massa aksi ini justeru menyerang para demonstran. Sejumlah warga menyerang ba-lik menggunakan batu. Warga menilai, aksi ini sudah tidak mencerminkan sebagai maha-siswa. Apalagi mereka berdalih berjuang demi kepentingan ra-kyat. Ironisnya, mereka hanya membuat kerusuhan dan mem-buat macet lalu lintas.
Aksi ini kemudian berhasil diredam aparat kepolisian. Se-kitar pukul 17.00, situasi mulai kondusif. Sementara lalu-lintas Jalan Solo yang sebelumnya di-tutup, kembali dibuka. Arus kendaraan pun berangsur nor-mal. (fid/laz/ong)