GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
PEMBACAAN EKSEPSI: Florence Sihombing saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jogjakarta, kemarin (19/11).

Menilai Dakwaan Jaksa Cacat Hukum

JOGJA – Florence Sihombing alias Flo kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jogja, kemarin (19/11). Dalam sidang dengan agenda eksepsi ini, Flo yang pernah membuat sensasi melaui akun Pathnya itu menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) cacat hukum dan tidak sah
Hal itu berdasar pada berita acara pemeriksaan (BAP) yang sarat dengan rekayasa.Sidang kedua dugaan kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di PN Jogja dimulai sekitar pukul 11.00. Sebelumnya, Ketua Majelis Ha-kim Bambang Sunanta sempat bertanya kepada Flo apakah akan melanjutkan sidang atau mencari kuasa hukum terlebih dulu. Flo sendiri menyatakan ingin melanjutkan sidang tanpa didampingi penasihat hukum.
Dalam sidang ini, Flo memaparkan bahwa penyidik Dit Reskrimsus Polda DIJ telah melakukan kesalahan saat menetapkan dirinya sebagai tersangka. Ia menuturkan, surat panggilan terhadap dirinya tertanggal 29 Agustus 2014 pukul 11.00 tidak disebutkan secara rinci untuk keperluan apa. Namun begitu, mahasiswa S2 Kenotariatan UGM ini tetap memenuhi panggilan Polda DIJ.
Usai menjalani pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda DIJ be-berapa jam, status Flo kemudian meningkat menjadi tersangka pada pukul 18.00. Tak hanya itu, penyidik juga langsung melakukan penahanan terhadap Flo. Saat dilakukan penahanan itulah, ia merasa tidak ada kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Tujuannya, agar didampingi oleh kuasa hukum.
Terlebih saat itu HP Flo disita oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda DIJ. Selain itu Flo juga menolak menandatangani BAP. Kemudian pada hari berikutnya, 30 Agustus 2014, penyidik Polda DIJ menawarkan akan menga-bulkan penangguhan penahanan, asalkan ia bersedia menandatangani BAP.
Flo sendiri bersedia. Bersamaan dengan itu, ia ditetapkan sebagai tersangka. Padahal ia menyebutkan tanggal 30 Agustus dirinya tidak pernah diperiksa. “Dengan fakta itu, karena dakwaan jaksa berdasarkan BAP, sementara BAP terdapat man-pulasi, sehingga mohon majelis hakim untuk menolak dakwaan ini,” ujar Flo.
Selain itu Flo juga menjelaskan bahwa statusnya yang ditulis di media sosialnya itu terbatas. Ia menyebutkan, dalam pertemanan di media sosialnya hanya ada sekitar 150 orang. Sehingga jika status itu dinilai sebagai penghinaan, maka ia menduga ada yang mengcapture statusnya itu kemudian disebarluaskan.
Ia memaparkan delik UU ITE yang ditujukan terhadap dirinya tidak sesuai. Selain itu, kata-katanya yang ditulis dalam akun tersebut juga tidak ditujukan kepada personal, melainkan bersifat secara umum. “Terdakwa bukan pelaku tindak pidana sesungguhnya. Jaksa telah tuntut terdakwa yang perbuatan tak pernah dilakukan,” kata Flo.Setelah mendengar pemaparan Flo, sidang kemudian dilanjutkan Rabu pekan depan dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi terdakwa. (fid/laz/ong)