SLEMAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenaga-kerjaan akan memberikan klaim 48 kali gaji bagi kematian yang di-sebabkan korban kecelakaan kerja. Oleh karenanya BPJS Ketenagaker-jaan mewajibkan kepada setiap perusahaan untuk mendaftarkan pekerjanya dalam program perlin-dungan tenaga kerja.Kepala Cabang BPJS Ketenaga-kerjaan DIJ Moch Triyono menga-takan santunan 48 kali gaji sangat membantu bagi keluarga korban. Di DIJ, jika dilihat dari UMK yang ada maka santunan yang diberikan bisa mencapai Rp 60 juta.
“Bila disetujui santunan akan di-berikan sebelum pemakaman,”jelas Triyono usai memberikan sosialisasi kepada para pekerja di Hotel Merapi Merbabu, Rabu (19/11).Dia menjelaskan program BPJS yang wajib diikutiselain kecelakaan kerja yakni jaminan hari tua dan kematian.Setiap bulan, pe rusahaan peserta BPJS Kete-nagakerjaan membayar iuran wajib antara 0,24 hingga 1,74 persen dari gaji pegawai.
Triyono menjelaskan iuran setiap perusahaan ditentukan oleh sebe-rapa besar risiko kerja yang dihada-pi. Dia memaparkan iuran yang besarnya 0,54 persen diperuntukkan bagi perusahaan yang bergerak di bidang perniagaan, perbankan dan semacamnya. Sebab risiko peker-jaannya yang paling kecil.
Sedangkan iuran 0,89 persen, sambungnya, untuk perusahaan di bidang industri sejenisnya. Untuk iuran 1,27 persen untuk perusa-haan perbengkelan dan semacam-nya. “Yang paling berisiko adalah dibidang kontraktor terutama pembangunan. Makanya iurannya paling besar mencapai 1,74 persen. Ini karena risiko kerja yang dihada-pi juga besar,” terangnya.
Triyono menjelaskan saat ini su-dah ada 3.032 perusahaan di DIJ yang terdaftar di tiga program pokok BPJS Ketenagakerjaan. “Kami ma-sih mendorong kepada pemberi kerja untuk mendaftarkan pega-wainya,” terangnya. (bhn/ila/ong)