DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
SOLEHAH, SMART, DAN STYLISH:Sebagian peserta WMA usai mengikuti diskusi dan sharing World Muslimah Forum. Forum ini baru pertama kalinya digelar, di ajang WMA ke-4 tahun 2014.

Mulai Mengubah Diri Sendiri, Luar, dan Dalam

World Muslimah Forum untuk pertama kalinya dihelat. Dalam forum perdana yang digelar di Jogja ini, para muslimah diajak untuk berperan aktif dalam perubahan dunia. Dengan melakukan perubahan dari dalam diri sendiri, solehah, smart dan stylish.
DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja
SEBAGAI rangkaian kegiatan World Mus-limah Award (WMA), World Muslimah Foundation sebagai penggagas, membuat sebuah ajang diskusi dan sharing dalam acara World Muslimah Forum. Forum ini baru pertama kalinya digelar, di ajang WMA ke-4 tahun 2014. Tema hangat yang diangkat yakni The Key Role Model of Women’s Life.
“Di luar sana masih banyak mengangkat sisi ‘buruk’ Islam, namun sedikit sekali yang menyinggung ‘kebaikan’ dari Islam,” ujar Founder sekaligus CEO World Muslimah Foundation Eka Shanty, di Grand Ballroom Eastparc Hotel Jogjakarta, kemarin (19/11).Tak ada yang salah dengan Islam. Apa yang menjadi pembicaraan dan bahkan ditakutkan masyarakat dunia, harus diluruskan. Bagai-mana caranya, ya mulai lakukan dari diri sendiri dengan melakukan perubahan
Bagaimana perempuan, khu-susnya muslimah dapat mengam-bil peran itu? Eka menjawab dengan mantab, bisa. Anak-anak muda atau mus-limah tidak harus mengikuti ajang WMA ini lebih dulu. Untuk bisa menjadi role model, langkahnya bisa dilakukan dengan menerap-kan formulasi yang diangkat WMA, yakni solehah, smart dan stylish.Menjadi solehah tidak hanya sekadar bisa mengaji, namun bagaimana kita mengelola pi-kiran. Positive thinking. “Ka-rena segala negative thinking justru akan memberi batasan potensi yang ada di dalam diri,” katanya.
Menjadi muslimah yang smart, lanjut Eka, bisa dimulai dengan menjalankan salat, zakat dan kesabaran sebagai pribadi dalam keseharian. Sementara stylish, merupakan support terhadap produk muslim. Bagaimana pro-duk muslim berkembang, dimu-lai dengan bagaimana kita sese-ring mungkin mengenakannya.”Misalnya busana, ini secara tidak langsung juga akan men-dukung dan mempromosikan industri fesyen, tak terkecuali industri fesyen muslim tanah air,” ujar Eka.
WM Forum ini, menurutnya, digagas sebagai wadah untuk menyuarakan topik dan pan-dangan terkini tentang peran aktif perempuan dalam perspek-tif muslimah. Tidak terlepas dari ranah perempuan muslim sebagai pelaku bisnis, pendidi-kan, sosial budaya, keluarga untuk masa depan dunia pe-rempuan muslim yang lebih baik.Pada WM Forum pertama yang berlangsung kemarin, beberapa pembicara turut menuangkan pandangannya terhadap peran muslimah di lingkungan dan bahkan dunia.
“Namun sayangnya pembi-cara dari kaum intelek Indone-sia belum memberi perhatian lebih, padahal ini kesempatan bagi Indonesia untuk berbicara pada dunia. Karena pesan yang ingin disampaikan bisa dibawa oleh para peserta WMA ataupun alumni ke negara masing-masing,” tandasnya.Director of Family Affairs De-partment in OIC Fadila Grine mengatakan, perempuan adalah masa depan dunia. Inilah yang harus ditanam pada diri kaum perempuan, terutama muslimah. “Masa depan adalah kita, pe-rempuan. Jadi jangan takut un-tuk melakukan perubahan dan mengembangkan apa yang ada dalam diri,” ujar Fadila.
Menurutnya, bangga terhadap diri sendiri merupakan satu cara mudah untuk bisa me-ngembangkan potensi diri. Apa manfaat dari dalam diri, gunakan untuk diri sendiri, kemudian selanjutnya untuk lingkungan. “Jika kamu bisa melakukan pe-rubahan pada dirimu, maka kamu bisa melakukan perubahan pada sekelilingmu,” tambah Fa-dila. (*/laz/ong)