RADAR JOGJA FILE
TUNGGU WAKTU:Pedagang Malioboro belum berniat menaikkan harga dagangannya pascakenaikan harga BBM.
BERBEDA dengan para pengusaha angku-tan yang langsung beraksi dan menaikkan tarif angkutan, para pedagang di sepanjang Jalan Malioboro, masih adem ayem. Kenaikan harga BBM yang ditetapkan Presiden Jokowi pada Senin malam (17/11), belum banyak dirasakan pengaruhnya oleh para pedagang di pusat kota Jogja itu. Saat ini, aktivitas perdagangan di Malio-boro masih sama dengan sebelum ada kenai-kan harga BBM. “Tidak ada bedanya. Kenai-kan harga BBM belum banyak dirasakan efeknya, kan kenaikannya juga baru kemarin,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Malioboro Suryadi Suryadinata, kemarin (19/11).
Menurut dia, meski ada kenaikan harga BBM, para pedagang belum secara otomatis akan menaikkan harga jual produknya. Hal itu karena produk yang dijual saat ini, masih merupakan stok barang yang lama, yakni se-belum ada kenaikan harga BBM. Suryadi menjelaskan, berdasarkan pengala-man kenaikan harga BBM sebelumnya, peng-aruh terbesar justru pada para pedagang sembako. Tetapi untuk para pedagang di ka-wasan Malioboro, yang kebanyakan berjua-lan konveksi, tidak banyak pengaruhnya.
Meski diakuinya, untuk barang yang di-beli setelah kenaikan harga BBM akan men-galami kenaikan dibanding sebelumnya. “Pengaruhnya ada, tapi tidak sebesar kebu-tuhan pokok,” jelasnya. (pra/jko/ong)