FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
JAGA-JAGA: Meski hanya simulasi, Polres Magelang Kota bersama Satpol PP dan Pemadam Kebakaran serius melakukan simulasi penanganan tawuran antarwarga.
MAGELANG – Polres Magelang Kota melakukan simulasi penanganan tawuran antarwarga. Pelatihan kontijensi pe-nanggulangan konflik antarkampung melibatkan Satpol PP dan Tim Pemadam Kebakaran, serta medis. Kegiatan ini dilakukan guna melatih kesiapan petugas menghadapi situasi tawuran. Selain melatih kesiapan, juga untuk meningkatkan keterampilan, koordinasi, dan komunikasi anggota kami dengan petugas lainnya. Sehingga cepat tanggap saat ada kasus
“Saat ada kejadian seperti ini yang memerlukan mereka (tim gabungan), kami tidak dadakan lagi. Sudah tahu teknis di la-pangan seperti apa,” ungkap Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho, kemarin (19/11).Bagi Kapolres, meski kota kecil, Magelang memiliki aktivitas tinggi dan rentan kriminal. Sebagai pihak yang bertang-gungjawab menjaga kamtibmas, tentu harus selalu siap siaga.
“Masyarakat juga harus ber-sinergi dengan menjaga kamtib-mas agar kota ini bisa kondusif,” pintanya.Skenario simulasi adalah warga salah satu kampung meng aniaya warga kampung lainnya. Ini menyulut emosi warga dan berujung konflik yang diwarnai aksi tawuran antardua kampung yang masih dalam satu ke-lurahan.
Beruntung, aksi digagalkan tim gabungan dari Polres Magelang Kota, Satpol PP, TNI, dan Linmas Kota Magelang. Pada kejadian tersebut, salah satu rumah warga di sekitar tempat tawuran di bakar masa. Berkat kesiagaan tim tabungan, semua cepat di-atasi. Dalam kegiatan tersebut, juga melibatkan mobil water canon dan pemadam kebaka-ran.
Kepala Kantor Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana menyambut baik diadakannya latihan bersama. Karena, semua instansi bisa bersinergi menang-gulangi dan menjaga kam-tibmas. “Ada 10 personel kami yang ikut. Ini sebagai embrio Satpol PP agar ke depan semakin baik. Kalau ada situasi yang menda-dak, kami sudah siap,” katanya. (dem/hes/ong)