BAHANA/RADAR JOGJA
LINTAS DISIPLIN: Pengunjung melihat salah satu karya yang dipamerkan dalam Nandur Srawung di TBY, kemarin.
JOGJA – Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ mendukung langkah positif seniman dalam ber-karya. Wujudnya dengan mendukung kegiatan berkesenian melalui Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Ini sebagai upaya menjaga eksistensi at-mosfir seni di Jogjakarta.Sebuah pameran khusus pun diselenggarakan dengan melibatkan 500 seniman seni rupa. Bertajuk Nandur Srawung, pameran ini berlangsung hingga 26 November mendatang. Uniknya, pameran ini dapat menyatukan lintas disiplin ilmu seni rupa.”Perkembangan seni rupa di Jogjakarta sudah sangatlah pesat. Tidak hanya sebatas seni lukis dan patung. Kesenian lain pun telah tumbuh subur seperti seni mural jalanan,” ujar Kepala Dinas Ke-budayaan (Disbud) DIJ GBPH Yudhaningrat saat membuka acara ini (17/11).
Gusti Yudha menambahkan, pameran ini meru-pakan sebuah gerbang. Terlebih dalam menjem-batani lintas disiplin seni rupa sendiri. Dengan berjalan bersama dan melihat satu sama lain dalam unjuk karya akbar ini.”Ini juga sudah menjadi tugas dari TBY sebagai laboratorium berkesenian. Memiliki peranan pen-ting dalam pengembangan dan pengelolaan kese-nian yang dimiliki,” katanya.
Ajang pameran ini memang terbilang besar dan guyub. Konsep ini sendiri merupakan kali kedua setelah sempat diadakan pada medio tahun 1990-an. Para seniman ini tidak hanya merespons ruang pamer. Mulai dari tembok gedung Concert Hall hingga pagar TBY direspon oleh seniman mural.Ketua pameran Suharyatno menjelaskan bahwa 10 disiplin ilmu seni rupa turut serta dalam pame-ran ini. Selain tampil dalam karya individu, bebe-rapa juga karya komunal. Total karya yang hadir dalamj TBY mencapai sekitar 480 karya.”Proses kreatif para seniman pun disesuaikan dengan tema yang diusung. Tapi keunikan juga ditunjukan oleh masing-masing disiplin ilmu seni rupa. Misalkan untuk komik mengangkat tema pembangkangan, atau seni kriya tentang material dan desain yang mengangkat rekayasa sosial,” kata Suharyatno.
Salah seorang kurator pameran Rain Rosidi me-lihat bahwa sejatinya kekuatan seni rupa Jogja-karta sangatlah kuat. Perkembangan paguyuban seni rupa Jogjakarta memasuki fase hidup. Seha-rusnya perkembangan ini menurutnya dapat mengisi dunia seni di Jogjakarta. (dwi/laz/ong)