ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TERLANTAR: Calon penumpang di Terminal Salaman tidak mendapatkan angkutan umum karena melakukan aksi mogok.

Langsung Naikkan Tarif

MUNGKID – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang langsung menaikkan tarif angkutan mulai hari ini (20/11). Besaran kenaikan sekitar 10 persen. Kenaikan dilakukan untuk menyikapi kenaikan harga BBM bersubsidi. Harapan-nya, pengusaha angkutan umum bisa menutupi biaya operasional agar tetap beroperasi. Kepala Organda Kabupaten Magelang Muh Irianto menyatakan, kenaikan tarif sudah dimusyawarahkan bersama Pemkab Magelang
Kenaikan tarif angkutan me-rupakan upaya memberikan solusi tarif soal kenaikan harga BBM bersubsidi bagi Organda. “Kenaikan tarif angkutan ini sudah diperhitungkan. Besaran-nya mengikuti instruksi pusat. Tarif akan berlaku besok (hari ini),” ungkap Irianto, kemarin (19/11).Irianto mengakui, sehari ke-marin (19/11), semua angkutan umum di bawah Organda memang sempat berhenti beroperasi. Namun semua sudah berakhir. Mulai Kamis ini, Organda kem-bali menjalankan angkutannya seperti biasa. Meski berhenti beroperasi sehari, ia memastikan situasi tetap kondusif.
“Memang stop beroperasi sehari dan kondisi tetap kondusif. Besok (hari ini) kami mulai opera-si. Rata-rata kenaikan tarif ang-kutan sekitar Rp 500-Rp 1.000,” paparnya.Seperti diketahui, seluruh awak angkutan umum berbagai jurusan di Kabupaten Magelang sepakat tidak beroperasi, Rabu (19/11) mulai pukul 00.00-24.00. Aksi ini bagian dari protes atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar yang ber-laku sejak Selasa (18/11). Ada 1.200 angkutan umum yang beroperasi di 45 jurusan. Se-muanya ikut aksi mogok.
Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang Sudirman menyatakan, kenaikan tarif angkutan sekitar 10 persen merupakan hasil pertemuan antara Organda dengan jajaran Dishub Kabu-paten Magelang. Bahkan, Kepala Dishub Ismu Kuswandari juga ikut pada acara rapat koordinasi dalam rangka sosialisasi kenaikan tarif angkutan umum tersebut.
“Ya, memang kenaikan tarif angkutan umum sekitar 10 persen itu kami sepakati, setelah ada pertemuan dengan Organda,” ungkap Sudirman. Menurut Sudirman, meski ada kesepakatan kenaikan tarif, semua itu sifatnya belum resmi. Pihaknya tengah menunggu keputusan resmi dari Bupati Magelang Zaenal Arifin. “Nanti resminya me nunggu keputusan dari bupati,” katanya. (ady/hes/ong)