BANTUL – Meskipun seluruh armada yang bernaung dalam organisasi ang-kutan darat (Organda) kemarin (19/11) melakukan aksi mogok, namun tidak ada penumpukan penumpang di titik-titik yang selama ini kerap terjadi. Bahkan, tujuh angkutan penumpang yang disediakan Dinas Perhubungan (Dishub) banyak yang longgar. Kepala Dishub Bantul Suwito menguraikan, tujuh angkutan yang disediakan Dis-hub diprioritaskan di enam titik. Titik-titik itu adalah di Imogiri, Piyungan, Srandakan, Parangtritis, Samas, dan Sorobayan. Ketujuh angkutan yang meliputi empat bis dan tiga mobil ini diprio-ritaskan mengangkut anak-anak se-kolah. “Tujuannya dalam wilayah Bantul sendiri dan gratis,” terang Su-wito di ruang kerjanya.
Meskipun begitu, ada juga sejumlah pedagang yang minta diantarkan sampai tujuan akhir, yaitu Kota Jogja. Tujuh angkutan ini beroperasi sekitar pukul 06.30. Ini bebarengan dengan keberangkatan anak-anak sekolah. Kemudian, tujuh angkutan ini ber-operasi kembali sekitar pukul 13.00 dengan berkeliling ke sejumlah seko-lah di Bantul kota. “Jam pulang se-kolah berkeliling lagi dengan mengangkut anak-anak sekolah,” ujarnya.
Suwito mengaku sempat mendapat-kan laporan adanya penumpukan pe-numpang di wilayah Ketandan, Bangunta-pan. Hanya saja, Dishub Bantul tidak berwenang mengangkutnya. Sebab, tujuan bepergian para penumpang tersebut ke arah Wonosari, Gunungkidul. “Saya lalu menghubungi provinsi. Tidak lama kemudian ada truk yang mengang-kutnya,” ungkapnya.Lalu, sampai kapan Dishub akan menyediakan tujuh angkutan? Suwito menjelaskan, penyediaan tujuh ang-kutan bertujuan untuk mengantisi-pasi adanya penumpukan penumpang akibat aksi mogok yang dilakukan Or-ganda. Karena itu, Dishub akan men-ghentikan kebijakan ini jika Organda tidak lagi menggelar aksi mogok.”Ke-bijakan ini juga sudah kami komuni-kasikan dengan Organda. Mereka sepakat jika angkutan yang disediakan milik dinas sendiri,” paparnya.
Kabid Transportasi Dishub Bantul Su-kamto menambahkan, ada tiga Organda di Bantul. Tetapi, yang menjadi kewenangan Dishub hanya ada dua Organda. Yaitu Sapta Manunggal, dan Koperasi Karya Tamansari. “Karena satu Organda lainnya merupakan AKDP (antar kota dalam provinsi),” bebernya. (zam/din/ong)