HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
DEKLARASI PERMANEN: Para petinggi KMP, dari kanan Akbar Tandjung, Amien Rais, Aburizal Bakrie (Ical), Prabowo Subianto, dan Fadel Muhammad dalam acara deklrasi permanen KMP di Purawisata Jogja, kemarin (20/11).

Usung Satu Calon di Pilkada

JOGJA – Dinamika politik pemilihan bu-pati dan wali kota di DIJ mulai bisa ditebak. Ini setelah Koalisi Merah Putih (KMP) ga-bungan tujuh partai PAN, Golkar, Gerindra, PKS, PPP, Demokrat dan PBB mendeklara-sikan sebagai koalisi permanen di Purawi-sata Jogja, kemarin (20/11).Satu dari kesepakatan di KMP, menyebut bahwa mereka akan mengajukan satu calon di pilbup dan pilwali. Selain itu, ada enam kesepakatan lain koalisi permanen legislator di DPRD DIJ dan DPRD kabupaten/kota se-DIJ, berperan aktif mewujudkan kesejahte-raan rakyat, mengawal keistimewaan DIJ, dan memerangi ideologi komunisme. “Di pilkada, KMP hanya akan mengusung satu calon,” kata Presidium KMP DIJ Gandung Pardiman saat membuka acara tersebut.
Gandung menjelaskan, KMP DIJ sampai saat ini sudah terbukti bisa bersatu. Ini ter-lihat dari perjuangan KMP di DPRD Bantul, Kulonprogo, Kota Jogja, Sleman, dan DIJ. “PPP DIJ terbukti tetap istiqomah. KMP terbukti tetap kokoh dan solid,” ujar Ketua DPD Golkar DIJ ini.Ketujuh partai anggota KMP itu, diya-kini kembali bersatu di pilbup dan pil-wali. Apalagi, ketujuh pengurus elite par-tai di tingkat DPW telah bersepakat. Jika KMP hanya mengusung satu calon, sang-at mungkin pilbup dan pilwali hanya ada dua calon. Sebab, empat partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) hanya PDIP yang bisa mengusung sendiri calonnya. Tiga partai lain, PKB, Partai Nasdem, dan Ha-nura harus berkoalisi untuk bisa mengus-ung calon bupati dan wali kota di empat kabupaten dan kota di DIJ.
Saat deklarasi ini, ketua umum enam partai hadir. Kecuali, PBB yang mewakilkan. Me-reka adalah Ketua Presidium KMP pusat Abu-rizal Bakrie (Ical), Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Mata, Sekjend PAN Taufik Kurniawan, Ketua DPP PPP Djan Faridz dan tokoh sentral KMP se-perti Akbar Tandjung, Amien Rais, Suryad-harma Ali dan lainnya.Deklarasi KMP DIJ dibacakan Ketua DPW PAN DIJ Immawan Wahyudi. Wakil Bu-pati Gunungkidul ini menjelaskan, KMP DIJ bertekad mempertahankan Keistime-waan DIJ berdasarkan aspek kesejarahan berdirinya NKRI. “KMP hadir untuk menga-wal keistimewaan untuk kemakmuran rakyat DIJ,” tegasnya.
Deklarasi tersebut ditandatangi oleh ketua parpol KMP, seperti Gandung Pardiman dari Golkar, Immawan Wahyudi (PAN), Brigjend (Purn) TNI Nuryanto (Gerindra), Sukamta (PKS), Syukri Fadholi (PPP), Brigjend (Purn) TNI Sukedi (Demokrat) dan Yunohedi (PBB).Ketua Presidium KMP Pusat Aburizal Bakrie berpesan kepada KMP DIJ agar te-tap solid. Prioritas utamanya adalah tetap memperjuangkan cita-cita KMP. “Jangan mendahulukan kepentingan partai, tapi KMP yang didahulukan,” ujarnya.Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto memberikan orasi politik. Dia me-negaskan, KMP hadir bukan untuk men-ghalangi pemerintah Jokowi-JK. KMP hadir untuk mengkritisi kebijakan pemerin-tah yang merugikan rakyat. “Kami dukung kebijakan pemerintah yang menyejah-terakan rakyat,” katanya
Namun, Parbowo juga mengingatkan agar KMP tetap kritis terhadap kebija-kan yang tidak pro rakyat. “Jika ada kebijakan yang menurut kami kurang berkenan dengan prinsip, merugikan kepentingan bangsa, maka KMP wajib kritik dan koreksi. Ini namanya demo-krasi,” tandasnya. (eri/jko/ong)