YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
APRESIASI : Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Sleman Widi Sutikno meninjau salah satu stan pameran potensi pertanian.
Harus sinergi antara petani dan pemerintahSLEMAN – Pemkab Sleman terus mendorong kreativitas masyarakat dalam usaha kecil mikro memengah (UMKM). Sa-lah satunya melalui kegiatan gelar potensi wilayah, seperti diselenggarakan Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Ke-hutanan Wilayah III Seyegan kemarin (20/11).Kegiatan itu menjadi ajang pa-mer produk sedikitnya 51 kelom-pok tani. Sebagian besar berupa hasil olahan kelompok wanita tani (KWT). Di antaranya, maka-nan kecil, hasil bumi, kerajinan tangan, buah-buahan, peternakan, dan perikanan.
Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) tidak mau ketinggalan untuk me-nyapa langsung para peserta, sekaligus meninjau hasil karya para petani. Produk beras, buah, dan sayuran organik menjadi ung-gulan yang cukup memperoleh perhatian SP. Tidak terkecuali peternakan itik dan kelinci.SP sangat apresiatif terhadap keseriusan ibu-ibu yang tergabung dalam KWT. Meski sibuk mengu-rus keluarga, anggota KWT masih sempat berkumpul untuk ber-bagi ide dan mengolah produk yang memiliki nilai ekonomi. “Otomatis apa yang dilakukan itu turut mendukung roda ekonomi keluarga untuk meraih kesejah-teraan,” ujar SP.
Bagi SP, itulah yang disebut pro-duk ekonomi kreatif. Itulah yang menjadi alasan pemerintah men-dukung kegiatan KWT. SP men-gatakan, setiap tahun secara rutin pemkab mendukung kegiatan KWT melalui bantuan permodalan dan sarana prasarana. Tujuan utama-nya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.Hal terpenting dalam kacama-ta SP adalah, kegiatan para ibu tersebut turut menghidupkan usaha pertanian. Dengan begitu, secara tidak langsung para pe-tani mendukung penciptaan swasembada pangan. “Harus sinergi antara petani dan pemerin-tah. Petani harus selalu kreatif, pemerintah mendukung pra-sarana mekanik untuk memuda-hkan aksi petani,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian, Peri-kanan, dan Kehutanan Sleman Widi Sutikno mengatakan, ma-syarakat petani memiliki beragam ide kreatif untuk menunjang pro-duk hasil pertanian. Tapi, petani masih mengalami beberapa ken-dala. Di antaranya, kebutuhan peralatan, permodalan, dan bibit tanaman. “Mungkin diperlukan studi banding ke luar daerah yang bidang pertaniannya sudah ma-ju. Ini penting untuk menimba ilmu,” usulnya. (yog/din/ong)