ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
DUKUNGAN : Ervani Emy Handayani (tengah) usai mengikuti lanjutan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul kemarin (20/11).

Minta Hakim Lanjutkan Pemeriksaan Ervani

BANTUL – Harapan terdakwa Ervani Emy Handayani untuk segera dibebaskan dari berbagai dakwaan masih menjadi perta-nyaan besar. Jaksa penuntut umum (JPU) Slamet Supriyadi memban-tah eksepsi atau keberatan tim penasihat hukum Ervani dalam sidang di pengadilan negeri (PN) Bantul kemarin (20/11).
“Apa yang dilakukan (Ervani) menimbulkan korban merasa harga dirinya dihina,” terang JPU Slamet Supriyadi saat membaca-kan nota bantahannya atas eksep-si tim penasihat hukum Ervani.
Selain itu, JPU juga meminta ma-jelis hakim untuk tetap melanjutkan proses pemeriksaan atas perkara terdakwa Ervani. Itu karena apa yang menjadi materi dalam eksep-si tim penasehat hukum di luar keberatan yang telah diatur dalam KUHP.
“Apakah yang menjadi ke-beratan termasuk ruang lingkup keberatan yang diatur dalam pasal 156 ayat 1 KUHP?” sambungnya.
Supriyadi berpendapat ada bebe-rapa hal yang menjadi penyebab majelis hakim tidak dapat melanjut-kan proses peradilan. Di antaranya pengadilan tidak berwenang me-nangani perkara, dakwaan tidak dapat diterima dan surat dakwaan harus dibatalkan.
“Surat dakwaan tidak dapat diterima atau harus di-batalkan jika tidak memenuhi unsur formil dan materil,” ungkapnya.
Sementara, surat dakwaan JPU sudah memenuhi dua unsur tersebut. Supriyadi menambahkan, adanya kekeliruan sistematika dalam dak-waan seperti yang menjadi kebera-tan tim penasehat merupakan oto-ritas JPU.
“Apakah dakwaan mau disusun dengan dakwaan subsider, alternatif maupun kumulatif meru-pakan hak penuntut umum,” urainya.
Adapun keberatan tim penasihat hukum berupa tidak adanya pen-dampingan hukum saat menja-lani pemeriksaan di Polda DIJ juga dibantah JPU. Slamet menegaskan, Ervani yang saat itu masih men-jadi tersangka akan menghadapi perkara ini sendirian, tanpa ban-tuan dari tim penasehat hukum.
Sidang berikutnya bakal digelar Senin (24/11) dengan agenda pembacaan keputusan sela ma-jelis hakim. (zam/din/ong)