PURWOREJO – Pasangan bukan suami istri ter-paksa harus berurusan dengan petugas Satpol PP Purworejo. Mereka kedapatan ngamar di salah satu hotel di bilangan Kutoarjo, Rabu (19/11). Keduanya harus dikenai denda tindak pidana ring-an untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami mendapati tiga pasangan bukan suami istri saat melakukan operasi pekat dan perda. Dua di antaranya pasang selingkuhan, karena mereka memiliki suami atau istri. Sementara satu pasang lagi muda-mudi,” papar Kabid Penegakan Perda Mujono, kemarin (20/11).
Mujono meneruskan, operasi juga melibatkan Denpom, Polres Purworejo, Bidang Sosial Dinsos-nakertras Purworejo. Razia dilakukan di beberapa titik di Purworejo dan Kutoarjo. Sasaran utama adalah hotel yang sering terindikasi digunakan se-bagai ajang mesum.
“Selain hotel, kami juga merazia jalan sekitar Sta-siun Kutoarjo, Alun-alun Purworejo, dan Kutoarjo. Satu pasangan diciduk di Kutoarjo dan dua pasang lagi di hotel di Purworejo. Kami juga mengamankan dua pedagang kaki lima di Alun-alun Purworejo, karena melanggar zona jualan,” paparnya.
Ia menuturkan, malam itu para pelaku disidik dan dimintai keterangannya. Setelah diperoleh kete-rangan, dua pasang selinguhan itu mengaku belum melakukan hubungan layaknya suami istri. Semen-tara satu pasangan mengaku telah melakukannya.
“Hari ini (kemarin), semua pelaku menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Purworejo dan diwa-jibkan membayar denda Rp 250 ribu dan Rp 200 ribu,” tuturnya.
Pedagang kaki lima yang tertangkap melanggar zona berjualan juga diwajibkan mengikuti sidang. Hanya satu orang mangkir dan Satpol PP beren-cana memanggil secara paksa. (tom/hes/ong)